Asep Jayawiguna
Berlibur Lebaran di Sabang, Ramainya Bukan Main

Berlibur Lebaran di Sabang, Ramainya Bukan Main

Tidak terasa 2 tahun telah berlalu dari Pandemi Pertama. Alhamdulillah sekarang kita sudah dapat menikmati liburan  dengan protokol kesehatan yang lebih longgar. Apapun itu alasannya sudah Vaksin Booster, Antigen Ulang, atau memang teman-teman sama sekali tidak percaya Covid-19.

Semua sah-sah saja, yang penting kita sama-sama menikmati liburan kali ini yang begitu berbeda dari liburan masa Pandemi. Salah satu yang paling luar biasa adalah tahun ini sudah bisa Mudik dengan bebas...alhamdulillah.

Liburan Sabang - Pulau Weh

Pemudik tahun ini mencapai 80 juta orang, sangat banyak bukan? Luar biasa ini merupakan puncak dari aktivitas mudik pasca Pandemi. Mudah-mudahan hal ini membawa dampak positif terhadap Indonesia kedepannya. Diperkirakan perputaran uang selama mudik lebaran 2022 sebanyak 42 triliun rupiah...wow.

Bagaimana dengan mereka yang belum berkesempatan mudik? Semoga bisa bertemu dengan Idul Fitri tahun 2023 dan Indonesia makin baik lagi. Saya dan keluarga salah satu dari ratusan atau ribuan orang yang tidak mudik dan memutuskan untuk tetap tinggal di perantauan.

Mudik dan gak mudik alhamdulillah harus kita syukuri karena pasti ada hikmah yang Allah berikan kepada kita semua. Bahkan liburan tidak mudik tahun ini alhamdulillah kami manfaatkan untuk liburan bersama di Aceh, Sabang adalah destinasi yang wajib dikunjungi bagi teman-teman.

Sabang atau Pulau Weh sangat terkenal akan keindahan alamnya. Pasir putih, airnya jernih, kaya akan ikan, tempat snorkeling, tempat diving, wisata sejarah, titik "0" Km Indonesia dan lain-lain satu paket lengkap.

Vlog Liburan Sabang

Sekali nyebrang ke Pulau Weh, satu pulau semua bisa kita dapat. Memang yang paling challenging liburan kali ini adalah booking fasilitas liburannya. Pastinya H-2 minggu hampir semua fasilitas full. Mulai dari Hotel, kendaraan, tiket kapal/pesawat sulit full booked untuk fasilitas pilihan.

Liburan panjang seperti ini memang harus disiapkan minimal H-1 bulan, kita persiapkan dan sudah booking. Kalau sistem dadakan (sistem booking semalam) sulit...dan sulit, kecuali ada orang dalam. Orang yang dapat membantu mendapatkan fasilitas yang kita inginkan di Sabang.

Pastinya orang asli Pulau Weh itu sendiri. Mereka sudah tahu persis hotel, mobil sewa, destinasi wisata dan lain-lain. Tapi kalau dadakan seperti ini konsekuensinya adalah harga. Sesuai hukum permintaan-penawaran, dimana terjadi kelangkaan maka harga akan tinggi. Begitu juga dengan fasilitas di Pulau Weh ini.

Bagi teman-teman yang berasal dari Aceh tentunya lebih mudah jika dibandingkan dengan teman-teman di luar Aceh. Hal yang pasti adalah budget dan waktu. Ngomong-ngomong kalau liburan ke Pulau Weh sebaiknya gimana sih?

Ini berdasarkan pengalaman pribadi kami saat liburan panjang seperti ini. 
1. Sebaiknya sewa mobil di Pulau Weh (Sabang), tidak membawa kendaraan pribadi. Siap-siap macet, waktu gak efisien.

2. Booking hotel dan mobil pastinya minimal 2 minggu sebelum keberangkatan, timeline yang paling aman adalah 1 bulan sebelum keberangkatan.

3. Pilih hotel yang dekat destinasi wisata, biar langsung keluar hotel bisa menikmati keindahan Pulau Weh.

4. Liburan minimal 3 hari 2 malam, soalnya liburan kemarin padat banget jadi waktunya banyak yang molor. Kalau 3 hari bisa menikmati liburan full semua destinasi wisata bisa dikunjungi. Mulai dari pantai sampai rumah sakit di bawah tanah.

5. Pulang dari Pulau Weh agar tidak padat, sebaiknya hindari hari Sabtu atau Minggu. Rekomendasi hari yang senggang bisa dari Senin - Jumat. Selain daripada itu kita bisa beristirahat dulu sebelum kembali beraktivitas.

*) Disclaimer:
"Ini kembali lagi dengan situasi dan kondisi teman-teman"... 

Nah kalau itung-itungan budget ni, kira-kira berapa yang harus kita siapkan untuk berlibur ke Pulau Weh (Sabang):

Berangkat dari Banda Aceh, fasilitas 1 orang:
- Tiket kapal cepat: Dewasa/Anak-anak: 60.000 - 80.000. Infant: 10.000,-
- Hotel: standard Rp. 250.000,- /malam - Premium: > Rp. 600,000,- / malam
- Sewa Sepeda Motor: Harga termurah Rp. 60.000 - Premium (Vespa): Rp 250.000,- / 24 jam
- Sewa Mobil: Harga termurah Rp. 250.000 - Premium > Rp. 400.000,- / 24 jam
- Sewa fasilitas Snorkeling: Rp. 50.000 - 100.000,-
- Sewa boat/kapal penyebrangan ke Pulau Rubiah: Kapal kayu: 150.000,- /Boat - PP
- Sewa boat/kapal penyebrangan ke Pulau Rubiah: Perahu Cepat: Rp. 250.000,- /Boat - PP
- Sewa boat/kapal penyebrangan ke Pulau Rubiah: Perahu Kayu - Kaca rute keliling Pulau Rubiah + melihat ikan Rp. 400.000,-

Kira-kira budget termurah 1 orang / semalam keliling-keliling Pulau Weh minimal: -+ Rp. 1 Juta (mulai dari tiket - makan)

Gimana untuk teman-teman yang berasal dari luar Aceh, pastinya ada budget tambahan untuk transportasi baik darat ataupun udaranya. Bagi teman-teman yang berasal dari Medan bisa menggunakan pesawat Medan - Sabang, budget pesawat berkisar Rp. 500,000 - 1.500.000/orang 1x trip.

Alternatif lain berangkat dari Medan ke Banda Aceh bisa menggunakan Bus. Bocoran aja ni, Bus Aceh fasilitasnya bagus banget. Kelas Premium Rp. 300.000 - 500.000 per orang. Kelas biasa Rp. 150.000,-. Teman-teman bisa pilih yang jetbus atau yang double decker.

Kalau sudah sampai di Pulau Weh silahkan teman-teman pilih destinasi mana yang terdekat dengan Hotel, destinasi mana aja ni yang bisa teman-teman list. Berikut 10 destinasi rekomendasi dari kami:

1. I Love Sabang
Ayo foto dan absen dulu di Sosmed, di sinilah tempat pertama teman-teman untuk tunjukin liburan teman-teman. Posisinya di Kecamatan Sukajaya, lokasinya tidak jauh dari Bandara Sang. Teman-teman bisa berswafoto di lokasi ini.

I Love Sabang | Libur.co


2. Pantai Iboih
Pantai yang bersih dan indah ini merupakan titik penyebrangan antara Pulau Weh menuju ke Pulau Rubiah. Teman-teman bisa berswafoto di sini sambil mempersiapkan atau menunggu penyebrangan ke Pulau Rubiah.

Pantai Iboih

Bocorannya ni teman-teman kemarin pas liburan Lebaran 2022 full macet banget mobil-mobil sulit parkir di tempat ini, bahkan antreannya sampai ke jalan utama di atas. Kalau pengguna sepeda motor sih aman, silahkan langsung terobos aja ke dalam.

3. Tugu Kilometer "0"
Rasanya gak afdol kalo gak foto di lokasi paling ujung dari Negara Kesatuan tercinta Indonesia ini. Teman-teman bisa berswafoto di lokasi ini selain memiliki bangunan iconic juga pemandangannya indah ke lepas Samudra Hindia.

Tugu Kilometer 0

Setelah foto-foto teman-teman bisa menikmati es kelapa atau Pop Mie di kedai pinggir laut. Walaupun panas karena udaranya kencang, jadi tidak terasa gerah loh. 

4. Pantai Sumur Tiga
Pasirnya putis, bersih, air nya jernih, udaranya sepoi-sepoi wah indah banget. Apalagi kalau teman-teman datangnya pagi saat sunrise atau sore hari pas sunset. Di lokasi ini juga ada bekas benteng peninggalan Jepang. Selain menikmati keindahan alamnya teman-teman bisa menikmati jejak sejarah Perang Dunia ke-2.

Sumur Tiga


5. Benteng Jepang Anoi Itam
Jepang sudah mempersiapkan perang Pasifik sehingga Pulau Weh dijadikan sebagai basis pertahanan untuk wilayah jajahannya. Di kaki bukit dan puncak bukit Anoi ini dibangun benteng pertahanan lengkap dengan meriam kaliber besar. 

Benteng Jepang

Benteng dan meriam ini untuk melindungi Pulau Weh dari serangan musuh yang berasal dari Selat Malaka dan Samudera Hindia. Bangunan benteng Jepang masih terjaga dengan baik, lengkap dengan meriamnya. 

6. Gua Sarang
Dari atas pemandangannya indah banget, tapi untuk mencapai Gua Sarang nya teman-teman harus menuruni bukit yang curam. Lumayan bagi teman-teman yang tidak terbiasa. Kemudian setelah berada di pantai teman-teman menyusuri dinding batu untuk menuju Gua Sarang.

Gua Sarang

Gua Sarang ini merupakan gua alami yang terbentuk akibat pelapukan / longsoran batuan yang ada di dinding pantai. Lama-lama terbentuklah gua ini yang menembus beberapa dinding. Jika teman-teman ingin masuk harus dibantu dengan boat.

7. Pulau Rubiah
Kita harus menyebrang Pulau Indah ini sekitar 10 menit dari Pantai Iboih. Paket lengkap di Pulau Rubiah ini yaitu kita bisa menikmati Snorkeling - foto bareng ikan, keliling pulau, dan menelusuri jejak Camp Isolasi Jamaah Haji saat Kolonialisasi.

Pulau Rubiah

Sedikit mengulas Camp Isolasi Jamaah Haji ini digunakan oleh Belanda untuk memfilter orang-orang yang akan berangkat ke Haji. Jika dianggap membahayakan, Belanda tidak segan-segan untuk mengembalikan mereka yang dicurigai.

Aceh yang terkenal sebagai Serambi Mekkah dari Abad ke-16 hingga 19 secara perlahan luntur akibat kebijakan Belanda yang menguasai Aceh. Dahulu jamaah haji selalu singgah ke Aceh untuk latihan manasik haji, kemudian berangkat ke Mekkah. Setelah ada Belanda jamaah haji diisolasi dulu di Sabang sebelum diberangkatkan ke Mekkah.

8. Sirui Hydrothermal
Pingin tahu kawah di bawah laut, ya ini lah tempatnya. Di bawah laut Pulau Weh ada gunung berapi yang secara alami mengalami gelembung-gelembung magma. Jika teman-teman ingin melihat harus dipandu oleh tim Diving. Teman-teman bisa menikmati keunikan gunung api di bawah laut lengkap dengan gelembung-gelembungnya, sesekali ditemani dengan Si Dori yang genit.

Sirui Hydrothermal | Republika.com

9. Pantai Ujung Kareung
Pantai ini dipenuhi oleh karang, walaupun curam, terjal tapi terbayar sudah dengan keindahan pemandangannya. Seperti halnya di Sumur Tiga sangat cantik saat sunrise dan sunset. Teman-teman bisa mengabadikannya dengan orang-orang tersayang.

Pantai Ujung Kareung


10. Air Terjun Pria Laot
Sabang atau Pulau Weh ini lengkap selain pantainya, yang berbau wisata pegunungan juga ada. Di sini ada air terjun yang cukup tinggi. Teman-teman bisa menikmati keindahan air terjun yang masih alami ini. Lokasinya sedikit masuk ke pedalaman, lokasi ini sebagai alternatif untuk mengimbangi destinasi yang lebih didominasi oleh pantai.

Air Terjun Pria Laot | Nusantaranews.com

Menarik bukan jalan-jalan ke Sabang (Pulau Weh). Sepuluh destinasi ini merupakan bagian dari ratusan destinasi menarik di Pulau Weh. Destinasi ini paling ramai dikunjungi oleh wisatawan baik lokal maupun internasional. 

Sampai jumpa pada liburan berikutnya teman-teman. Jangan lupa ajak teman-teman untuk menikmati keindahan Pulau Weh.
Mobil Cinta Lapangan Blang Padang Banda Aceh

Mobil Cinta Lapangan Blang Padang Banda Aceh

Mobil Cinta, ya dari namanya menarik banget ada cinta-cintanya. Apalagi bagi muda-mudi urusan cinta kayaknya paling seru untuk diomongin. Bukan cinta yang bikin sedih, bukan cinta yang bikin galau, bukan cinta yang bikin patah hati tapi cinta ini adalah Odong-odong (kendaraan modifikasi).

Ilustrasi Odong-odong Yogya

Mobil Cinta ini ada dimana sih? Adanya di lapangan Blang Padang Kota Banda Aceh. Kendaraan ini salah satu alternatif hiburan saat jalan-jalan ke Lapangan ini. Mau jalan ke Suzuya Mall, terkena musibah kebakaran, mau nonton bioskop kagak ada, mau mantai udah bosen pante-pante terus, ujung-ujungnya balik ke alun-alun / lapangan Blang Padang.

Alhamdulillah juga, kalo kita hidup hemat di Aceh ini sedikit godaan untuk ngemol atau shoping-shoping ala kota gede. Tapi ini berlaku bagi yang hemat, kalo yang boros mah jempol yang main semua bisa online. Borong tu barang dari mana aja bisa...:).

Balik lagi ke Lapangan Blang Padang, ya ini lah tempat yang rutin dikunjungi olahraga dan ngajak jalan anak-anak pagi hari. Pastinya lari cukup 5 menit, makan bubur porsi besar, nah naik Mobil Cinta ini lah yang berjam-jam sampe kaki anak-anak pegel. Udah lepas aja, olahraga cukup absen di instagram, selebihnya main.

Mobil Cinta itu bentukannya memang mirip VW Combi tapi ini semua rakitan, mulai dari ban, diambil dari ban motor, rangka dari plat besi holo, kayuhan dari pedal sepeda, setir dari mobil versi apa gitu, gir dan rantai bekas sepeda motor, body dari kaleng dibentuk mirip VW Combi, dikasih dikit lampu-lampu led, udah jadi kendaraan yang penuh dengan "Cinta".

Kendaraan ini udah banyak banget di wilayah lain seperti jakarta dan lain-lain, mungkin yang khas dan dipertahankan seperti di Yogyakarta. Ya itu lah mirip seperti itu. Siapa peminat utamanya? kalo dari usia sebagian besar anak-anak dan remaja.

Mobil Cinta Lapangan Blang Padang

Anak-anak ya emang alami ya, namanya juga anak-anak pingin coba yang aneh-aneh. Kalo remaja apalagi bareng pasangannya ya itu lah kesempatan untuk membangun bumbu-bumbu "Cinta" diantara mereka berdua ---- alah lebay. Bukannya Cinta itu butuh sesuatu yang lebay dan nangis bombay...wkwkwk...Ayo siapa yang pernah ngalamin?

Mobil Cinta ini muat 4 orang, 2 di depan dan 2 di belakang, biayanya Rp. 20.000,- per 15 menit. Rutenya keliling lapangan Blang Padang. Udah lah kita kasi kesempatan anak-anak sama emaknya naik & keliling sepuasnya sampe pegel-pegel.

Warning !!! Mobil Cinta ini berat kayuhnya, sama navigasinya. Gowesnya itu lo harus bertenaga, cocok buat gantiin lari keliling lapangan 5x. Jadi yang merasa Overweight, wajib duduk di depan jadi tukang kayuh. Fix, biar rasain beratnya gowes plus sadar akan kelebihan dirinya...wkwkw (mohon maaf jika ada yang tersinggung).

Udah lah ya, gitu kok cerita gowes Mobil Cinta bolak-balik...Selesai:
* Lari cukup 5 menit: DONE
* Makan 1 porsi bubur mangkok besar: DONE
* Main berjam-jam: DONE
* Absen IG: DONE

Kapan mau langsing & singset? ya dah lah kapan-kapan aja. Heheheheh yang penting happy naik Mobil Cinta.
Filosofi Pick Up Kosong

Filosofi Pick Up Kosong

Ini merupakan pengalaman pribadi tahun 2011. Waktu itu kami bertiga ditugaskan untuk survey perkebunan dari perusahaan tempat kami bekerja. Kami bertiga dibagi dua mobil, saya mengendarai mobil operasional Kijang Pick Up. Sedangkan Pak Jemicha dan Pak Trisna menggunakan mobil Avanza.

Target perkebunan yang kami survey yaitu di Kabupaten Padang Lawas (Palas). Sekitar 350 Km dari kantor kami yang berada di Kota Padangsidimpuan. Perjalanan ditempuh dalam sehari sebetulnya bisa, namun tidak akan efektif.

Akhirnya kami merencanakan perjalanan dinas tersebut dilakukan sekitar 3 hari. Kami pun berangkat hari Selasa, dimana targetnya dapat tersurvey pada Hari Rabu, kemudian hari Kamisnya kami kembali ke Padangsidimpuan.
 
Pick Up - OtoManiac

Seperti formasi sebelumnya kami pun berangkat menuju tempat yang akan di survey, sebuah perkebunan sawit untuk melihat potensi distribusi produk di sana. Kami berjalan pagi-pagi untuk mengantisipasi cuaca yang kurang menentu.

Perjalanan pagi lancar, cuacanya pun mendukung. Seperti perkebunan lainnya, kita harus menempuh jalan tanah untuk masuk ke dalam. Kalau cuaca panas dan kering, sebetulnya tidak ada masalah dengan mobil kami. Namun kalau musim hujan, otomatis mobil yang cocok di jalur ini harus menggunakan mobil 4x4.

Kami pun dapat melewati perjalanan tanah karena waktu itu belum turun hujan. Survey perkebunan telah selesai. Kami pun pulang ke penginapan tanpa ada beban. Anggapan kami sekalipun hujan lebat kalau di jalan aspal akan aman.

Sekitar jam 14.00 kami pun meninggalkan perkebunan tersebut menuju penginapan. Tempat penginapan kami berada di Gunung Tua, kota kecil sebagai Ibu Kota Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta). Cuaca waktu itu mulai mendung, tapi tidak ada masalah dengan kami ketika perjalanan sudah memasuki jalan aspal.

Dan hujan pun turun begitu lebat, namun perjalanan kami tidak berhenti. Kami berjalan secara beriringan Mobil Avanza jalan lebih dulu, baru saya menyusul dibelakangnya. Perjalanan lancar untuk beberapa saat.

Hujanpun terus mengikuti kami sepanjang perjalanan. Cuaca mendung, jalan licin, tikungan yang sempit otomatis harus ekstra hati-hati agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Perjalanan kami pun diatur seaman mungkin.

Perbatasan Palas telah dilewati, dan perjalanan pun dilanjutkan menuju Kabupaten Paluta. Cuaca tidak kunjung membaik, hujan lebat terus mendampingi perjalanan kami. Jalan di Sumatera Utara bagian pinggir memang tidak sebaik jalan di Sumatera Barat dan Aceh.

Permukaan jalan sempit dan banyak lubangnya. Ujian datang saat air meluap ke jalan, tidak tahu mana jalan baik dan berlubang. Memasuki daerah Portibi, mobil saya terperosok di tengah jalan. Mobil saya gak bisa maju ataupun mundur.

Posisi mobil tepat di tengah jalan padahal kondisi jalan sempit, sedikit menikung, dan saat hujan air mengalir deras ke tengah jalan. Otomatis posisi mobil saya menghalangi akses dari depan dan belakang.

Cuaca agak gelap, tidak ada sinyal, dan mobil Avanza telah jauh meninggalkan saya. Akhirnya saya pun berusaha sendiri untuk menyelesaikan mobil yang tersangkut. Beberapa menit saya coba gas-gas dari dalam tanpa turun karena hujannya lebat.

Mobil tak kunjung maju, akhirnya saya coba turun dan periksa kondisi mobilnya. Mesin aman gak terendam, ban belakang aman dan menempel dengan tanah, namun posisinya bagian kaki-kaki ada yang nyangkut di aspal akibat jalan dibagian kanan dan kirinya berlobang.

Sambil ngolong sendiri diambil beberapa batu untuk pijakan ban belakang agar ada tarikan kedepan. Dicoba beberapa kali dengan batu kecil gak berhasil, ban mobil ini tetap selip karena posisi bak mobil kosong.

15 menit berlalu akhirnya Mobil Avanza datang, alhamdulillah dapat bantuan dari kawan-kawan. Kami bertiga akhirnya basah-basahan untuk menyelesaikan mobil saya yang tersangkut. Kanan dan kiri sudah antri mobil yang mau lewat.

Mobil-mobil yang menunggu tidak ada yang mau membantu, soalnya kondisi hujan sangat lebat. Beberapa saat kami berusaha untuk mendongkrak, menambah batu, dan mencoba terus agar kaki-kaki mobilnya bisa lepas.

Lama-kelamaan mobil-mobil yang antri pun merasa iba juga dengan kami yang berjibaku bertiga. Walaupun hujan lebat akhirnya perlahan tapi pasti keluar satu-persatu para sopir dan kernet dari mobil yang mengantri untuk membantu kami.

Banyak orang banyak ide dan banyak tenaga yang bisa dimanfaatkan. Ganjal batu tidak mempan, dicoba diangkat namun berat, dicoba didorong posisi mobil gak bergerak karena kuat sangkutannya. Akhirnya sampai kepada kesepakatan untuk digoyang-goyangkan sambil dinaiki.

Awalnya ide tersebut adak konyol, soalnya kondisi mobil sedang nyangkut dan bikin tambah beban. Namun akhirnya dicoba, kami pun bagi tugas. Ada yang pegang kemudi, ada yang naik ke bak belakang, ada yang mendorong dari sebelah kanan.

Dicoba sekali, dua kali, tiga kali ada kemajuan signifikan. Saat digoyang, kemudian bobotnya cukup, mobil perlahan-lahan manju dan tinggal didorong sedikit mobil akhirnya bisa lepas dari aspal yang menyangkut.

Kami pun berterima kasih banyak kepada mereka yang membantu, namun sebelum berangkat ada abang-abang paruh baya sambil menepuk bahu saya. "Dek kalo mobil Pick Up itu gak boleh kosong baknya, biar ada tenaganya". "Kalo kering aman, tapi kalo basah ntar banyak selipnya - kayak kehidupan kita".

Semua sudah selesai kami pun meninggalkan tempat kejadian. Mobil yang antri perlahan-lahan terpecah satu-persatu. Wejangan Bapak tadi tidak 100% saya resapi, sebatas oh ia Pick Up kosong harus dikasi beban aja.

-----

Setelah sekian lama, bertahun-tahun lalu. Saat buka-buka file lama dan menemukan foto saat survey, saya membayangkan dan ingat kembali pesan Bapak itu. Baru sadar wejangan Bapak itu ada benarnya juga, kehidupan kita, keluarga kita, pekerjaan kita, atau perusahaan kita. Harus diberikan beban berupa target yang ingin dicapai agar tidak seperti Pick Up tadi.

Ibu saya selalu memberi perintah dan target tertentu, bahkan waktu kecil suka di oprak-oprak kalo gak nurut. Saya dari kecil ingin banget keluar dari kampung biar bisa keliling ke tempat baru, alhamdulillah tercapai walau masih jauh dari kata maksimal.

Perusahaan kami pernah menetapkan target tinggi tahun 2012, awalnya dianggap sulit namun dengan usaha bersama, perjuangan bersama, akhirnya target yang tinggi tersebut bisa tercapai dengan baik. Bahkan jika dipikirkan lagi saat ini rasanya pencapaian tersebut sulit dilakukan lagi untuk saat ini, namun ini nyata dan terbukti berhasil.

Hal yang perlu digaris bahawi disini adalah kita semua harus memiliki target. Target tersebut merupakan muatan bagi Pick Up kosong agar tidak selip di jalan saat licin. Target merupakan beban berat namun dapat memperlancar proses kehidupan.

Tubuh kita, fisik kita, bawah sadar kita didesain oleh Tuhan dapat beradaptasi dengan rangsangan yang dihadapi. Jika tidak ada rangsang, kehidupan hanya biasa-biasa saja. Namun jika ada rangsang atau reaksi maka seluruh tubuh kita akan beradaptasi untuk menyelesaikannya. Jika itu diikhtiarkan dengan maksimal, saya yakin dapat tercapai.

Mari kita bebani kehidupan kita dengan cita-cita yang tinggi, ikhtiar dengan maksimal, hasilnya serahkan kepada Allah SWT. Biarkan Dia yang menentukan, manusia hanya bisa berikhtiar. Jangan jadi Pick Up kosong yang sulit saat menempuh jalan licin.
Rizki Yang Kecil Kita Tahan, Rizki Yang Besar Kita Lepas

Rizki Yang Kecil Kita Tahan, Rizki Yang Besar Kita Lepas

Kira-kira kapan uang receh dikeluarin? Mungkin jawabannya sama yaitu saat parkir, saat ada pengamen, saat ada Pak Ogah atau saat ada pengemis.

Untuk ngeluarin uang receh ini kita kadang mikir yang engak-engak. Apalagi saat kita parkir di Indomaret atau Alfamart keanehan muncul ketika kita parkir gak ada siapa-siapa, saat mau pergi tiba-tiba ditagih uang parkir.

Atau hal sebaliknya sudah tertulis "Parkir Gratis" tiba-tiba ada Kang Parkir dengan tampang preman mengatur parkiran dengan ciri khasnya memegang uang receh di tangannya.

 
Uang, 99.co


Melihat kondisi seperti ini kadang jiwa preman ingin rasanya diumbar. Kalo lagi normal sih bisa tahan, tapi kalo sikit error apa lah daya "LAWAN"...hehe...

Cara melawannya kadang-kadang dengan bahasa halus, "Bang maaf saya baru parkir, barang yang dibeli gak ada!". Atau "Bang kok ditagih parkir, kan itu tulisannya gratis". Banyak lagi alasan yang sengaja kita persulit untuk mengeluarkan uang receh.

Begitu juga saat ada pengamen dah kita kasi uang yang wajar malah nyanyi satu album full belum juga bergegas pergi. Kasi kode gak ngerti juga, kalo ditanggapi dengan sensitifitas tinggi sangat mudah untuk menaikan tensi darah.

Kasus diatas juga berlaku saat kita jalan ke kantor, dah grasak-grusuk karena ada dateline. Kemudian di jalan macet, eh pas saat mau putar arah ada Pak Ogah anak muda dengan cat rambut warna-warni ala anak Punk.

Jiwa kebapaan dan jiwa guru BK berontak dalam dada, ingin rasanya memberikan ceramah 4 SKS mengenai P4 dan Kewarganegaraan. Namun apa lah daya tugas di kantor harus segera kita selesaikan. Akhirnya kitapun ikuti lambaian tangan Pak Ogah sambil ngeluarin uang, kalo perlu pecahan yang paling kecil.

Ingin rasanya semua orang itu seiring - sejalan dengan prinsip dan pemikiran kita. Itulah salah satu sifat yang harus didewasakan. Kalo kita gak sadar-sadar, orang lain lah yang menyadarkan kita. Contohnya dibawah ini.

Sudah sekian lama kita lupa akan Kang Parkir, pengamen, Pak Ogah dan Pengemis. Tiba-tiba HP berdering, nampak nomor yang tidak kita kenal. Ya udah kita biarin aja, anggapan kita itu telemarketing dari perusahaan asuransi.

Sekali dibiarkan, eh rupanya masih juga berdering. Yang kedua pun kita biarkan lagi mana tau dia kapok, hp pun mati. Tapi itu belum berakhir, masuklah WA yang berisi "Bro Angkatlah Gua...Si xxxx...(kawan lama), Kau sekarang sombong ya!"...

Ooooh kawan lama, ya udah saya telepon balik deh. Biar jaga silaturahmi ma kangen-kangenan cerita lucu dan gosip semasa sekolah dulu. Ngobrol pun gak kerasa ngaler-ngidul, dari barat sampe timur, dari utara sampai selatan.

Namun sebelum closing salam, ada kalimat yang menggelitik "Bro pinjam uang lah Rp. 600.000,- Gua lagi bokek....bla...bla...". Obrolan pun jadi kecut, sepet macem makan buah kedondong jam 3 pagi.

Namun apalah daya, dia kawan kita, dah kenal baik. Terus ada alasan yang meyakinkan untuk dibantu. Akhirnya jiwa donatur ala-ala politikus yang mendekati pilkada pun keluar. "Kirimin no rekeningmu sini, biar aku bantu". "Done ya, uangnya dah aku kirim!".

"Thanks ya Bro uangnya dah sampe, aman ya minggu depan Gua balikin". "Siiap...". Obrolan pun selesai ditutup dengan salam dan transfer uang.

Waktu seminggu terasa sangat cepat berlalu, namun Kawan Lama ini gak kunjung ngirim balik uang yang sebelumnya dipinjam. Ya udah saya telepon deh, telepon Kawan Lama itu dijawan oleh Mba-mba yang suaranya tak asing lagi: "Nomor yang Anda hubungi sedang berada diluar jangkauan!".

Ya udah kita WA aja, nanyain hal yang sama "Bro cemana uang kemarin dah bisa dibalikin?". Sudah pasti di-readnya cepet, dibalasnya lama. Baru dibalas "Sorry Bro, Gua lagi sibuk....bla...bla..." dan uang pun gak kembali.

Sekali-duakali-tiga kali, ya udah ikhlaskan saja. Sambil mikir + cocokologi dengan kejadian sebelum-sebelumnya apa punya dosa gitu. Kalo dosa sih kayaknya terkontrol, kalo PELIT sepertinya FAKTA valid 100%.

Pelit gimana, ya sama orang-orang dan lingkungan yang mungkin kita anggap sepele seperti Kang Parkir, pengamen, Pak Ogah, dan pengemis. Saya jadi mikir, bener juga kadang ngeluarin Rp. 2.000 - 5.000,- mikir, pikian kita banyak ngomong "Jangan-jangan....".

Belum lagi pas ke masjid ada kotak amal hanya sekali diisi dengan uang Rp. 2.000,- yang lusuh padahal selama seminggu melewatinya sebanyak 35x. Banyak lagi kasus lain yang tidak bisa ditulis satu-persatu.

Jika kita menggunakan prinsip zakat, infak, dan sedekah...maka uang yang kita keluarkan akan Allah SWT balas dengan rezeki yang tidak terduga. Begitu juga dengan hal sebaliknya, kita sulit mengeluarkan harta maka Allah SWT akan ambil dengan cara yang tidak terduga pula.

Deng...baru nyadar. Suliiiit ngeluarin Rp. 1.000,- eh yang diambil dari harta kita Rp. 600.000,-. Mungkin itu juga berlaku sesuai dengan level sosial-ekonomi individu masing-masing (kemampuan). Memang ini bukan rumus matematika atau sains, tidak dapat dihitung berdasarkan rumus tertentu.

Awalnya kita pengen hemat, logis, mendidik, dan tidak sembarangan dalam masalah keuangan. Eh disisi lain ada pelajaran yang mendidik kita bahwa uang (harta) itu benar-benar titipan. Kembali ke contoh Kang Parkir tadi di atas jadi jangan pelit / kikir biar rezeki kita gak diambil oleh Allah SWT.

-----

Teman-teman pernah mengalami hal di atas, kita tahan rezeki yang sepele...namun rezeki besar kita diambil oleh Allah SWT? Apa lah itu hilang, kecurian, dipinjam dll...hehe...

Semoga kita bagian dari orang-orang yang ditambah keberkahan, kenikmatan, dan rezeki yang baik oleh Allah SWT...aamiin
Burung Nakal, Kenapa Kok Kami Yang Kena Kotoranmu

Burung Nakal, Kenapa Kok Kami Yang Kena Kotoranmu

Ini adalah pengalaman kami saat tinggal di Medan tahun 2015 silam. Apa cerita? cerita kami saat jalan-jalan dan diuji tingkat keyakinannya masing-masing.

Yakin disini tentunya sama apapun yang ada dalam kehidupan kita, tapi yang pasti keyakinan tertinggi kita tentunya kepada Tuhan, Allah SWT.

-----

Hari Minggu bagi karyawan seperti kami, tentunya hari yang luar biasa untuk istri dan anak-anak. Hari minggu gimana caranya buat nyenengin mereka semua. Tinggal setting aja apa yang mereka mau, kalau sudah disepakati langsung kita bisa jalan.

Hari Minggu waktu itu cuaca memang gak begitu cerah, mendung-mendung sikit. Dua minggu sebelumnya memang ada rencana jalan ke Berastagi. Apalah daya cuaca kurang mendukung akhirnya kita rembukan untuk rubah rencana.

Burung Bangau, Mongabay

Kami pun sepakat untuk jalan ke tempat yang deket-deket aja dari rumah. Tempat yang kami pilih yaitu taman burung di Perumahan Cemara Asri. Tempat ini luas bagus buat anak-anak gerak, selain daripada itu di sini ada hiburan binatang seperti kolam ikan, ular, burung merpati dan bangau liar.

Kami bertiga tentunya semangat, tapi istri saya agak kurang pas sepertinya. Namun karena suara terbanyak sudah keluar akhirnya sambil nyengir dikit ikut voting terbanyak. Walaupun sedikit enggan akhirnya kami berangkat juga.

Jam 14.00 kami sudah berangkat biar gak terlalu sore. Istri saya memang gak terlalu suka akan binatang, apalagi yang jorok-jorok. Dan terbukti dengan ucapannya, ia sangat khawatir dengan poop burung.

Kami pun tetap jalan, karena anak-anak semangat banget. Sambil jalan kami pun coba menghibur istri saya yang tetap kurang yakin dengan kondisi di sana. Sambil sedikit cemberut akhirnya kami sepakat untuk memaksimalkan liburan di sana.

Tidak terasa perjalanan 30 menit telah dilewati dengan lancar. Kita pun sampai di tempat tujuan tepat waktu. Wah senengnya liat anak-anak yang begitu semangat ingin melihat ikan dan burung.

Kami pun memilih tempat yang lebih sepi walaupun jaraknya agak jauh dari danau tempat burung-burung dan binatang lainnya. Tujuan kami biar ada sedikit gerak, biasanya kebanyakan duduk ini lah kesempatan untuk bakar lemak dikit-dikit.

Setelah kendaraan aman, anak-anak pun berhamburan ke luar, lari kesana-kemari sambil liat burung-burung yang banyak di tengah danau.

Langkah pertama kami membeli pelet (pakan ikan), biar anak-anak anteng ngasi makan ikan. Kami biarkan dia sendiri melemparkan dan melihat ikan-ikan yang sibuk menyantap makanan. Besar harapan kedepannya mereka menjadi anak yang menyayangi sesama termasuk sayang dengan binatang.

Kami bertiga sibuk kesana-kemari, rupanya masalah tadi belum kelar juga. Istri saya dengan sengaja jalan lebih belakang dan menghindari rimbun pohon yang diatasnya banyak burung. Seperti pembicaraan sebelumnya ia jijik dengan poop binatang.

Ya sudah lah kami ikhlaskan saja, yang penting anak-anak senang. Kami pun sibuk melihat-lihat ikan, burung bangau, dan ular yang ada di sekitar danau. Lokasinya bagus banyak pohon yang rindang dan udaranya bersih.

Kami tidak ada sedikitpun rasa takut duduk dibawah pohon yang diatasnya banyak burung. Begitu juga dengan pengunjung lain yang sama menikmati pohon rindang dan memberi makan ikan yang banyak di kolam.

Setelah saya perhatikan istri saya cuma duduk di bangku dekat ruko. Memang di situ tempat yang paling aman dan jauh dari jangkauan binatang. Memang sengaja ia menjauh dari pohon-pohon yang banyak burung di atasnya.

Rasanya kurang lengkap kalo kami tidak berswafoto untuk mengabadikan kebahagiaan bareng anak-anak. Cekrek-cekrek dengan berbagai posisi kita mainkan bertiga.

Naluri perempuan rupanya tidak tahan dengan sebuah kamera. Perlahan dengan pasti istri saya bangkit dari duduknya yang sudah sekian lama terpatri di pinggir ruko. Berjalan hati-hati sambil memperhatikan pohon-pohon yang banyak dihinggapi banyak bangau.

Ia jalan melipir sengaja menghindari pohon yang rindang. Tidak berapa lama akhirnya ia sampai ke tempat kami. Kami pun senang, dan langsung Cekrek-cekrek. Namun dalam hitungan Cekrek ketiga, peristiwa yang tidak diinginkan istri saya terjadi.

Bahu kanannya kena poop burung. Sudah dapat dipastikan, nangis dalam hati, remuk asanya, karena apa yang dihindarinya nyata terjadi. Beberapa saat kami bertiga saling tatapan, satu menit berikutnya saya gak kuat nahan tawa.

Rasanya perut ini sakit nahan tawa yang sulit dibendung. Sekuat tenaga ditahan karena ini urusan sakit hati dan keharmonisan pada saat pulang nanti. Ya ini lah ujian yang terjadi pada istri saya. Apa yang ditanamkan dalam bawah sadarnya, Allah kasi langsung.

Dari ratusan pohon yang banyak burungnya, dari ratusan pengunjung yang duduk dibawah pohon yang banyak burungnya, kok kenapa istri saya yang kena? Kami beritiga aja sudah berjam-jam duduk tidak sama sekali poop burung itu jatuh ke tubuh.

Itu lah Qada dan Qadar setiap orang sudah ditentukan oleh Allah SWT. Itu lah ujian kecil bagi mereka yang penuh kekhawatiran dalam kehidupan. Ini hal yang kecil, kami yakin begitu juga dengan hal yang besar, manusia tugasnya bagaimana memaksimalkan ikhtiar, yakin kepada Allah SWT, dan selalu berdoa agar dilancarkan.

Akibat kasus ini sudah dapat dipastikan, efeknya merembet ke semua. Mulai yang sibuk mencari air, mencari tissue, mencari tempat yang jauh dari pohon, dan menentukan keputusan berikutnya.

Sambil menghibur akhirnya helai per helai tissue saya usapkan ke pundak istri saya yang kena poop burung sambil senyum-senyum sendiri. Beberapa saat akhirnya selesai juga tugas yang tak terduga ini. Kami pun putuskan untuk langsung pulang karena pestanya bubar akibat poop burung.

Itulah sepenggal cerita kami mengenai ujian kecil yang Allah SWT berikan kepada kami. Intinya jangan takut, tenang, ikhlas, kita maksimalkan di ikhtiarnya biarkan Allah SWT yang mengatur semuanya.

Sambil pulang akhirnya saya bisa sedikit senyum karena ada candaan sama istri saya. "Pesta bubar akibat ulah burung nakal". Istri saya pun senyum hampa, abis kena batunya.

-----

Apakah ada yang pernah mengalaminya?
Ambil Yang Baik dan Tinggalkan Yang Buruk, Sandal Busuk

Ambil Yang Baik dan Tinggalkan Yang Buruk, Sandal Busuk

Setiap mau Jumatan suka senyum-senyum, sudah bisa ditebak tentunya masalah sandal yang tertukar. Mungkin teman-teman sudah pernah atau sering mengalaminya. Asal jangan jadi pelakunya aja...hehehe.

Minggu Pertama


Seperti biasa sebelum berangkat sebisa mungkin sandal anak-anak dibersihkan sekinclong mungkin biar bersih, nyaman dan tentunya PD dong. Sandal saya, Si Abang, dan Si Aa...done sudah aman, kita siap berangkat.

Seperti biasa selalu ada wejangan, mulai dari jalan nya sampai menyimpan sandalnya harus betul-betul aman. Sambil jalan rupanya sandal Si Aa gak sengaja keinjek sama Si Abang, Aa marah dong sambil ngomel, kotor dan lain-lain.

Si Abang sambil wajah tanpa dosa berlalu begitu saja, sama sedikit melempar senyum bullyan. Dari sini berawal, kesombongan mulai muncul pada Si Abang. Disuruh minta maaf pun cuek saja, malah makin ningkat bullyan nya...ketawanya enak banget.


Ilustrasi Sandal | Halo Sehat

Sampai di masjid, kita semua mengamankan sandal di tempat yang paling aman. Sebisa mungkin mudah dijangkau dari pintu masjid dan terlihat kalau ada yang mau tukar.

Setelah selesai, sandal Si Abang hilang...tergeletak lah sandal yang mirip jenis dan warnanya namun 70% jauh lebih jelek. Tenang, kita liat dulu ke sekeliling masjid mana tahu ada yang menggesernya.

Sudah sekian lama dan jamaah pun sudah berkurang dapat dipastikan sandal tersebut tertukar, Si Abang pun mulai kesal ngomel-ngomel. Kebalikan ni saatnya Si Aa yang kegirangan ngetawain Si Abang.

Sambil cengengesan Si Aa bilang, “Tuh kan kalo Abang sombong jadinya gitu, sandal bagus ilang dituker sama yang jelek…” sambil cengengesan. Makin nambah lah pusing Si Abang, sambil bergegas pergi duluan dia ngomong, “Jelek amat ni sandal, ntar sandal Aa juga dicuri orang…!”.

Sayapun bisa nenangin mereka, akhirnya dengan wejangan-wejangan yang sulit dijawab oleh mereka permasalahan selesai. Kitapun pulang dengan menerima kenyataan mendapatkan amalan ganda, ibadah hari Jumat dan ujian kesabaran.


Minggu Kedua


Ritual jumat persis sama kita lakuin bareng-bareng. Hampir sama kita pun ngaler-ngidul ngobrol di perjalanan sebelum sampai masjid. Mulai lah masuk ke pokok bahasan mengenai sandal busuk. Si Aa memberikan wejangan ke Si Abang, “Inget Bang, kalo naro sandal yang aman ya kayak Aa, ntar sandalnya ilang lagi”.

Nah...disinilah letak permasalahan kedua, Si Aa dengan sedikit sombong mulai agak bully-bully Si Abang. Ketawa-ketiwi mengenang sandal busuk yang menimpa Si Abang.

Sampai di masjid kita pun mengamankan sandal kita agar tidak mengulangi kasus yang sama minggu kemarin. Selanjutnya kita melaksanakan jumatan tanpa ada rasa curiga dengan sandal kita masing-masing.

Selesai jumatan apa yang terjadi, sandal Si Aa sekarang yang hilang! Kasusnya sama persis dengan yang dilakuin dengan sandal Si Abang minggu kemarin. Ditukar dengan jenis sama namun lebih jorok dan lama.

Sekitar beberapa detik saya dan Si Abang saling tatapan, setelah itu ketawa ngakak abis-abisan. Kok bisa? Inikah yang dinamakan karma? Entah lah apa itu yang penting 100% berbalik.

Sekarang gantian, Si Aa yang uring-uringan sandalnya tertukar dengan yang jelek. Padahal kalau dilihat di tempat yang sama da ratusan sandal yang sama, ratusan yang lebih baik, ratusan yang lebih bersih, tapi kok kenapa jatuhnya ke sandal Si Aa.

Takdir


Jawaban simpel dan mematikan ya Takdir, kadang-kadang kata ini pun dipakai dengan mudah oleh orang-orang yang malas. Itu lah cerita jumat, semua titipan, kapanpun dimanapun Tuhan dapat mengambil apa yang kita miliki. Jika ada kesombongan sedikit saja, Tuhan tidak suka maka akan ada ujian yang diberikan kepada kita. Belajar ikhlas...#fakta!

Yang merasa kehilangan sandal, kita satu nasib...angkat tangannya!....
Bagi yang merasa mengambil sandal orang, ingat...jumat ini bailikin sandalnya...:)

Rupanya Orang Aceh Lebih Dulu Naik Kereta Api Dibanding Orang Medan

Rupanya Orang Aceh Lebih Dulu Naik Kereta Api Dibanding Orang Medan

Monumen Kereta Api Banda Aceh

Hari minggu yang cerah saya manfaatkan buat jalan pagi, selain udaranya segar juga lumayan buat menggerakan badan yang biasanya hanya bergerak sesekali saat duduk di kursi WFH. Rute mulai dari Jl. Raya Banda Aceh Medan hingga Jl. Muhammad Jam.

Tanpa direncanakan akhirnya mampir di Monumen Kereta Api - Banda Aceh. Monumen ini berada di Jl. Muhammad Jam, Kampung Baru, Kecamatan Baiturrahman, Kota Banda Aceh. Kurang lebih 500 meter dari Masjid Baiturrahman.

Bangunan monumen ini berada di komplek Swalayan Barata, sebelah kiri dari arah Jl. Muhammad Jam. Saat pandemi Covid-19 mulai masuk Aceh, Swalayan ini beberapa saat tutup sehingga lokasi ini terasa lebih sepi dari biasanya.

Ilustrasi, Pexels

Monumen kereta api ini sebagai bukti sejarah perkeretaapian di Provinsi Aceh. Dulu pernah jaya, namun saat ini masih perlu perjuangan dan perhatian khusus untuk mengembalikan eksistensinya kembali bagi masyarakat Aceh.

Lokomotif

Monumen kereta api ini ada dua bagian yaitu lokomotif dan 1 gerbong barang. Lokomotif ini bernomor BB 84. BB menunjukkan jenis lokomotif yang memiliki dua bogie (sasis). Untuk masing-masing bogie ini memiliki tiga gander penggerak. 

Gander juga banyak disebut sebagai tuas penggerak. Angka 84 dibelakangnya menunjukkan tahun operasional dari lokomotif yaitu tahun 1984. Lokomotif ini merupakan produk dari Nippon Sharyo Jepang yang diproduksi tahun 1962. (Wikipedia).

Kondisi Monumen Kereta Api

Kondisi monumen kereta api ini perlu perhatian khusus karena beberapa bagian sudah terlihat lapuk dan keropos baik bagian lokomotif maupun bagian gerbongnya. Tidak dapat dipungkiri lokomotif telah aus dimakan usia.

Antisipasi pengelola monumen sudah cukup baik, karena pagar lokomotif ini dikunci agar tidak ada orang yang masuk ke dalam monumen untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan akibat kondisi lokomotif yang sudah tua. 

Di sisi lain yang harus menjadi perhatian bersama yaitu masalah kebersihan. Terdapat sampah bekas makanan dan daun-daun kering dari pohon sekitar yang belum dibersihkan. Baik pihak pengelola monumen maupun masyarakat harus bersama-sama menjaga aset berharga ini. 
Menikmati Keindahan Pantai Lhoknga di Aceh Besar - Provinsi Aceh

Menikmati Keindahan Pantai Lhoknga di Aceh Besar - Provinsi Aceh

Aceh bagian barat memang surganya pantai, mulai dari Banda Aceh sampai Aceh Singkil pantainya sangat indah.

Pemandangannya sangat indah, pasirnya putih, airnya jernih, dihiasi dengan gugusan karang yang menghampar sejauh mata memandang.

Pantai Lhoknga saat sunset

Pantai barat provinsi Aceh memang berhadapan langsung dengan Samudera Hindia (laut lepas) sehingga pemandangannya sangat luas sejauh mata memandang.

Salah satu pantai yang sangat cantik yang akan saya bahas kali ini yaitu Pantai Lhoknga di Kabupaten Aceh Besar.

Pantai ini berada di bagian barat Aceh Besar, tepatnya arah menuju ke Aceh Jaya (Meulaboh). Rekan-rekan dapat menempuh jarak 31,6 Km dari Banda Aceh, atau sekitar 45 menit perjalanan darat. Jika dari Bandara Sultan Iskandar Muda perjalanan sekitar 42 Km atau 54 menit.

Pantai Lhoknga dapat dijadikan salah satu destinasi liburan rekan-rekan saat berada di Banda Aceh. Lokasinya cukup dekat, akses jalan menuju ke tempat ini dapat dilalui melalui mobil dan motor dengan nyaman.

Jalannya mulus sampai tujuan, mungkin ada beberapa lokasi yang dekat dengan pantai jalannya masih berbatu atau tanah. Tapi aman untuk di lalui oleh berbagai jenis kendaraan kok.

Pantai ini juga memiliki ombak yang cukup tinggi, cocok untuk para surfer yang ingin menikmati uniknya ombak di Pantai Lhoknga.

Berdasarkan informasi ombak untuk para surfer ini sangat unik, tidak ada di pantai-pantai lain. Ombak unik tersebut ada sekitar bulan November sampai dengan Februari setiap tahunnya. Makanya banyak sekali bule yang surfing di daerah sini.

Bule-bule ini pun sangat senang dengan kondisi alam di Aceh karena masih alami dan bersih. Untuk penginapan sendiri mereka pada umumnya menginap di bungalow atau rumah-rumah warga sekitar.

Memang saya akui pantai-pantai di Aceh ini sangat indah, tidak kalah dengan pantai-pantai di Bali yang sudah mendunia loh.

Hal yang perlu ditingkatkan yaitu terkait pengelolaan dan keterbukaan pemerintah daerah terhadap pariwisata yang ada di Aceh.

Pasir Putih

Jika dikelola dengan baik, pariwisata merupakan sumber devisa yang tidak akan ada habisnya. Jika dikelola dengan baik maka akan mengalir terus sumber pendapatan baik untuk penduduk lokal maupun pemerintah daerah.

Pariwisata di Aceh sepertinya perlu penataan yang cukup panjang, baik dari segi infrastruktur, regulasi, maupun keterbukaan masyarakat lokal terhadap pengelolaan tempat-tempat wisata tersebut.

Regulasi yang tepat dan berimbang menjadi solusi untuk pariwisata Aceh, mulai dari agama, budaya dan nilai luhur Aceh dapat dipertahankan dengan baik, akan tetapi kemajuan dan perekonomian semakin baik.

Pantai Lhoknga buka mulai dari pagi sampai dengan sore hari, pada umumnya pagi buka mulai dari jam 06.00 sampai jam 19.00 wib. Namun ada beberapa lokasi yang tetap buka sampai malam (sekitar jam 21.00).

Sebagian besar masyarakat setempat menyarankan untuk menghentikan segala aktivitas pada pukul 18.00 wib. Hal ini untuk menjaga adab dan keselamatan dari para pengunjung di pantai ini.

Berdasarkan sejarah Tsunami di Aceh, daerah ini merupakan salah satu pantai yang habis diterjang oleh bencana tersebut. Ribuan penduduk di wilayah ini meninggal saat terjadinya bencana.

Jika melihat foto udara pasca bencana Tsunami 15 tahun silam, daerah ini rata bersih diterjang Tsunami. Hanya satu bangunan yang tersisa di daerah Lampuuk yaitu Masjid Rahmatullah.

Masjid ini tetap kokoh berdisi sampai saat ini, ini merupakan salah satu bukti kuasa Allah SWT. Rumah-Nya dipertahankan dari bencana yang sangat dahsyat tersebut. Ini semata-mata mengingatkan kita bahwa tidak ada yang kuasa selain Dia, dan kita pun akan kembali kepada-Nya.

Kita disarankan untuk masuk ke penginapan atau rumah masing-masing keculai ke masjid untuk melaksanakan ibadah solat.

Pantai Lhoknga ramai dikunjungi oleh wisatawan lokal maupun dari luar kota saat-saat liburan seperti ini (liburan sekolah, tahun baru, atau hari-hari besar lainnya).

Pengunjung lokal pada umumnya berasal dari Banda Aceh, Aceh Besar, sedangkan pengunjung dari luar kota seperti Pidi, Pidi Jaya, Lhokseumawe maupun dari Medan.

Pengunjung luar kota memilih Pantai Lhoknga sebagai alternatif pilihan kedua setelah Sabang. Jika mereka sudah ke Sabang namun masih ada waktu berlibur, mereka masih menyempatkan untuk mengunjungi tempat ini.

Hal lain jika tiket Ferry ke Sabang sudah habis ataupun waktu liburannya mepet, Pantai Lhoknga merupakan pilihan yang tepat. Selain lebih dekat juga lebih hembat biayanya.

Wisatawan asing yang datang ke Pantai Lhoknga ini dari berbagai penjuru dunia, namun pada umumnya mereka berasal dari Jerman dan Francis.

Pantai ini cocok untuk semua kalangan, mulai dari kelurga yang memiliki anak kecil, remaja, maupun para surfer.

Kondisi pantainya landai dengan pasir putih yang menghampar luas, airnya jernih dan dangkal, jarak 200 meter ke laut rekan-rekan akan berhadapan dengan ombak yang cocok untuk surfing.

Jarak sekirat 5-20 meter di pinggir pantai airnya cukup tenang, rekan-rekan dapat berenang dan bermain sepuasnya.

Menjelang sore hari tempat ini akan semakin ramai karena pengunjung yang ingin menyaksikan keindahan sunset. Sunset di tempat ini terlihat sangat jelas dan indah, karena pantai lepas sejauh mata memandang.

Rekan-rekan dapat mengabadikan keindahan alam di tempat ini dengan sepuasnya. Selain keindahan alamnya ada beberapa spot yang di design instagramable, jadi bisa update status sepuasnya.

Sambil menikmati keindahan alam di Pantai Lhoknga, rekan-rekan dapat menikmati kuliner yang tersedia seperti indomie, nasi goreng, ikan bakar, dan ada juga beberapa cafe yang menyediakan berbagai jenis kopi Aceh.

Makanan dan jajanan di tempat ini harganya tergolong standard, tidak terlalu mahal seperti tempat-tempat wisata yang sudah terkenal.

Para surfer

Contohnya indomie dengan telur dan sayur berkisar Rp. 10.000 - 15.000, jus atau minuman lainnya sekirat Rp. 5.000 - 15.000, nasi goreng 15.000, ayam penyet/goreng Rp. 20.000 - 25.000.

Tempat penginapan pun harganya bervariasi mulai dari Rp. 150.000 per malam sampai dengan Rp. 1.000.000 tergantung fasilitas dan lokasinya.

Jika rekan-rekan sebagari surfer dan tidak membawa papan surfingnya di tempat ini juga disediakan penyewaan papan surfing. Harganya berkisar Rp. 50.000 - 100.000 per jam, jadi rekan-rekan tinggal merogoh kocek dan langsung bisa seluncuran sepuasnya.

Nah untuk rekan-rekan yang berjaga-jaga agar tidak tenggelam di tempat ini juga disediakan penyewaan pelampung. Harga pelampung pun cukup murah mulai dari Rp. 10.000 - 15.000 per pcs.

Pada umumnya untuk pelampung ini diberikan waktu pakai selama dua jam, tapi jika tidak banyak pengunjung pantai yang sewa, kita dapat memakainya sepuasnya.

Jadi tunggu apa lagi rekan-rekan, ayo ramaikan pantai ini agar perekonomiannya jalan dan kita mendapatkan kepuasan berlibur di sini.
Adee Kue Unik Khas Kabupaten Pidie Jaya Provinsi Aceh

Adee Kue Unik Khas Kabupaten Pidie Jaya Provinsi Aceh

Saya menemukan lagi kuliner Khas Aceh yang rasanya enak dan khas. Namanya Kue Adee yang berasal dari Meureudu - Kabupaten Pidie Jaya Provinsi Aceh.

Kua Adee yang paling terkenal di Aceh adalah Kue Adee Kak Nah, lokasi tempat jualannya tepat di pinggir jalan raya Kabupaten Pidie Jaya.

Kue Khas, Pexels

Sangat mudah ditemukan karena berada satu deret sekitar 5 kios. Tempat ini juga merupakan tempat pemberhentian Bus Aceh atau mobil travel yang melintas dari Medan - Banda Aceh.

Kue Adee ini merupakan salah satu dari sekian banyak kuliner Aceh yang dapat dijadikan oleh-oleh khasnya  untuk sanak keluarga yang berada di luar Aceh.

Penampakannya sekilas kurang begitu menarik, apalagi posisi kue masih berada di dalam loyang panggang. Seperti kue gosong, warnanya coklat agak kehitamn.

Kua ini sebelum di jual, biasanya masih dipajang dalam loyang-loyang tempat dimasaknya. Jika ada pembeli kue ini baru dipindahkan ke kotak atau plasting sesuai dengan keinginan pembeli.

Sebelum di potong bentuknya bulat dengan ukuran sedang dan besar. Kue Adee ukuran sedang diameternya sekitar 15 cm, sedangkan kue ukuran besar diamternya sekitar 20 cm.

Harga kue ini sangat terjangkau, ukurang sedang harganya sekitar Rp. 20.000 per pcs. Sedangkan ukuran besar harganya sekitar Rp. 30.000 per pcs.

Setelah dipotong Kue Adee akan lebih menarik, karena akan terlihat bagian dalamnya yang kuning kehijauan. Pada umumnya Kue Adee akan dipotong dengan bentuk persegi empat atau kerucut.

Kue Adee banyak disajikan pada acara pesta atau ritual lainnya yang melibatkan orang banyak. Ngomong-ngomong Kue Adee ini merupakan makanan khas India loh.

Kue Adee yang siap disantap

Rasanya manis, namun tidak semanis kue Aceh pada umumnya yang sangat manis. Hal yang unik dari Kue Adee ini adalah bahannya yang menggunakan bawang bombay.

Unik bukan rasanya manis tapi ada wangi plus rasa bawangnya. Pada umumnya bawan kan digunakan untuk makanan yang asin.

Bawang bombay biasanya ditabur di permukaan Kue Adee, namun sudah tersamar karena permukaan kue ini cenderung coklat kehitaman karena mateng banget.

Setelah di icip-icip enak juga, apalagi saya yang suka makan. Kuenya sangat lembut dan khas banget dech rasanya.

Buat rekan-rekan saat berkunjung ke Aceh, jangan lupa beli kue Adee nya ya!
Menikmati Lezatnya Bebek Bu Sie Lamno Aceh Jaya

Menikmati Lezatnya Bebek Bu Sie Lamno Aceh Jaya

Halo rekan-rekan kali ini saya akan membahas kembali kuliner khas Aceh yang layak Anda coba.

Kali ini saya akan membahas menu kari bebek (itik) Bu Sie Itek Lamno - Teumareum, Indra Jaya - Provinsi Aceh. 

Menu Bebek Bu Sie

Jika rekan-rekan berada di Banda Aceh untuk menjangkau tempat ini menghabiskan waktu 1 jam 40 menit atau sekitar 81 km.

Namun jika posisi rekan-rekan berada di Meulaboh untuk menuju ke tempat ini lebih jauh yaitu sekitar 2 jam 30 menit atau 154 km.

Menu khas dari rumah makan Bu Sie ini yaitu kari bebek. Kalau ditelusuri lebih dalam sebetulnya bebek disini adalah berbahan baku itik bukan entok.

Memang jika beda itik dan entok adalah, itik pada umumnya diternakan untuk petelur (kususnya untuk telur asin). Namun itik dewasa bisa di konsumsi juga daginnya seperti rumah makan ini.

Sebetulnya lebih mantap lagi kalau bahan bakunya dari entok. Entok memiliki daging yang lebih besar, seratnya lebih tebal, dagingnya merah. 

Daging itik aromanya kadang dipengaruhi oleh pakan yang ia makan. Jika banyak memakan pelet atau keong cenderung dagingnya lebih amis. 

Lain halnya dengan entok, dagingnya tidak amis seperti daging itik. Sebetulnya daging entok menurut saya lebih enak loh.

Kembali ke menu rumah makan Bu Sie ini, rekan-rekan juga bisa memilih menu lain seperti goreng ayam dan ikan bakar.

Menu itik / bebeknya rasanya enak loh. Hal yang unik dari menu ini karena bumbunya khas (terasa banget rempah-rempahnya).

Selain itu bebek yang disajikan strukturnya empuk sekali. Bebek ini mudah sekali untuk dikonsumsi, dagingnya sangat empuk, mudah terpisah dari tulangnya.

Tidak lengkap rasanya kalau bebek/itik ini tidak ditemani dengan jus mangga atau jus jeruk. Bebek beserta jus harganya pun masih terjangkau yaitu sekitar Rp. 30.000 - 40.000 per porsi.

Lokasi rumah makan ini mudah dijangkau karena berada tepat di jalur lintas Banda Aceh - Meulaboh. Tepatnya di sebelah kanan dari Banda Aceh menuju Kota Meulaboh.

Namun jangan dibayangkan lokasinya seperti rumah makan mewah, tempat ini seperti rumah makan pada umumnya di jalur lintas.

Tempat makannya berupa meja dan balai-balai kayu. Namun tempatnya luas dapat menampung sekitar 100 orang pelanggan. 

Lokasi parkirnya sangat luas, di depan dan samping rumah makan ini dapat menampung sekitar 5-10 mobil kecil dan 2-3 mobil ukuran besar (jenis truk). Kendaraan rekan-rekan bakalan aman parkirnya disini.

Selain itu tempat ini pun posisinya berada di tengah-tengah antara Banda Aceh menuju Meulaboh. Jika renak-rekan sudah mulai cape atau ngantuk, bisa beristirahat di lokasi ini sambil menikmati bebek khas nya.