Menelususri Jejak Kerajaan Indra Patra Kabupaten Aceh Besar

Masih semputar Aceh, kali ini saya mengunjungi jejak peninggalan kerajaan Lamuri yaitu Benteng Indra Patra.

Benteng ini berada di Kabupaten Aceh Besar, lokasinya bagian barat sebelum ke Pelabuhan Malahayati. Tepatnya di Desa Ladong dimana Benteng ini berbatasan langsung dengan selat malaka loh.



Menurut beberapa info yang saya dapatkan, kerajaan Hindu pertama kali masuk ke Aceh sekitar abad ke-7 M. Masuk melalui jalur laut (selat malaka) dari India. Kerajaan Lamuri ini pun diperkirakan berdiri sekitar abad ke-7 M.

Benteng ini didirikan oleh Kerajaan Lamuri untuk pertahanan dan tempat ibadah. Kerajaan Lamuri sendiri bercorak kerajaan Hindu.

Berdasarkan DetikTravel: Benteng Indra Patra, Saksi Kemunculan Islam di Aceh - Eka Saputra, 2018. Bahwa benteng ini pada mulanya terdiri dari tiga bangunan, namun saat ini tersisa hanya dua bangunan saja.



Bangunan utamanya berbentuk persegi dengan ukuran sekitar 70x70 M. Di dalam bangunan ini terdapat dua bangunan stupa yang di dalamnya ada ruangan dan sumur (tempat air).

Stupa ini dipergunakan sebagai tempat untuk menyucikan diri sekaligus tempat beribadah. Mereka akan menyucikan diri dengan air yang ada di sumur yang berdiameter 1,5 M. 

Selain bangunan stupa, benteng ini pun memiliki lubang pertahanan (tempat prajurit berjaga-jaga dan melepaskan tembakan ke arah musuh). Lobang ini berukuran 1 M. Jumlah lubang ini berada di sisi laut (yang menghadap ke arah Selat Malaka).

Lubang ini sepertinya dipergunakan untuk mengintai musuh-musuh yang akan menyerang benteng atau masuk ke wilayah kekuasan kerajaan Lamuri. 

Bangunan benteng ini sudah dibuat dengan teknologi canggih, yaitu menggunakan semen batu dan batu karang yang disusun rapi. Ketebalan benteng bagian atas sekitar 2 M, namun sekamin ke bawah semakin tebal. 

Di bagian dalam benteng ini ditimbun dengan tanah / pasir sehingga bagian dalam lebih tinggi dibandingkan dengan daratan di luar benteng.

Bangunan yang masih tersisa dalam keadaan utuh yaitu bangunan utama dan bangunan kedua, sedangkan bangunan yang lain sudah hancur yang tersisa hanya bongkahan batu saja.



Benteng ini dijadikan tempat pariwisata oleh penduduk lokal maupun para wisatawan dari luar kota atau wisatawan asing.

Pemandangan di sekitar benteng ini cukup bagus, pantainya lepas. Hamparan air laut yang membentang seakan tidak ada ujungnya. 

Laut ini merupakan Selat Malaka yang menjadi jalur lintar dunia. Zaman dahulu kemungkinan daerah ini ramai dan menjadi pusat pemerintahan.

Agama Islam mulai masuk ke Nusantara sekitar abad ke-15. Masuknya Islam ke Nusantara mulai mulai mengambil alih kerajaan yang telah berdiri jauh sebelumnya.

Kerajaan Lamuri sendiri akhirnya jatuh kepada kerajaan Samudera Pasai. Sekalipun kerajaan Samudera Pasai telah menguasai wilayah Aceh dan Nusantara nemun tidak menghancurkan penginggalan-peninggalan.

Benteng Indra Pura ini pun tetap dipertahankan dan dijadikan basis pertahanan. Bahkan selain benteng ini, Sultan Iskandar Muda pun mendirikan benteng yang sama yang dinamakan Benteng Iskandar Muda.

Jarak antara Benteng Indra Pura dengan Benteng Iskandar Muda sekitar 5 Km ke arah Pelabuhan Malahayati. Sekalipun berbeda lokasi kedua benteng ini dijadikan basis pertahanan oleh Kerajaan Samudera Pasai.

Setelah kita mengetahui sekilas sejarah berdirinya benteng ini, tugas kita semua (sebagai generasi penerus) untuk menjaga dan melestarikan kearifan lokal).

Selamat berkunjung ke Benteng Indra Patra. Selain menikmati jejak sejarah, kita juga dapat menikmati keindahan pantai.