Masjid Indra Puri Merupakan Bukti Akulturasi Islam dan Hindu di Aceh

Kali ini saya mengunjungi daerah Aceh Besar tepatnya di Indra Puri. Eh...tahu gak rekan-rekan di sini ada bangunan Masjid Tua yang designnya seperti candi yang berundak-undak loh.

Masjid nampak depan
Berdasarkan informasi penduduk setempat dan beberapa referensi lainnya bangunan ini merupakan peninggalam Kerajaan Hidu - Lamuri yang didirikan pada abad ke-12 Masehi.

Sama seperti pembahasan sebelumnya loh bangunan ini erat kaitannya dengan Benteng Indra Patra yang ada di dekat pelabuhan Malahayati, lokasinya sama berada di Aceh Besar.

Informasi Masjid Indra Puri
Untuk mencapai lokasi ini perjalanan dari Banda Aceh dibutuhkan waktu sekitar 35 menit atau sekitar 25 Km. Jalur yang kita tempuh yaitu ke arah Kabupaten Pidie atau Lhokseumawe (Arah Timur).

Bangunan ini bentuknya kubus, berlantai 3 dan memiliki ketinggian sekitar 4,8 M di atas permukaan laut. Luas bangunan sekitar 33.875 M persegi dan posisinya berada di bantaran Sungai Krueng Aceh.

Masjid nampak dari bawah (Pinggir sungai)
Masjid Indra Puri ini berada di puncak bangunan dengan design mirip bangunan Mesjid Demak. Sekelilingnya ada tembok pembatas. Sekilas tembok ini merupakan benteng pertahanan dari musuh yang akan menyerang.

Bangunan ini dibangung dengan menggunakan kayu penopang persegi 8 (oktagonal) berdiameter sekitar 30 cm. Kayu yang digunakan jelas bukan kayu sembarangan karena dari seratnya menunjukan ini kayu yang sangat keras.

Masjid ini resmi didirikan pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda yaitu tahun 1607 - 1626 M). Masjid ini menjadi pusat peribadatah Umat Islam di Aceh.

Masjid ini juga menjadi saksi sejarah dinobatkannya Sultan Muhammad Daudsyah pada tahun 1878 M sebagai Sultan dari Kerajaan Aceh yang merupakan sultan terakhir.

Sebelah timur masjid
Saya sangat senang sekali bisa berjamaah di masjid ini, mungkin masjid ini menjadi salah satu bukti dakwah Islam yang telah menyebar ke Nusantara dan salah satu pemeluknya saya sendiri.

Desain masjid ini terbuka sehingga sirkulasi udaranya sangat baik. Tidak usah pakai AC (Air Condition) pun suasananya adem. Namun DKM tetap menyediakan kipas angin untuk mendinginkan ruangan masjid seperti saat melaksanakan Shalat Jumat atau Terawih.

Masjid Indra Puri ini merupakan salah satu destinasi yang wajib rekan-rekan kunjungi, selain menambah pengetahuan dan pengalaman juga dapat meningkatkan kecintaan akan sejarah perkembangan Islam di Indonesia.

Foto penulis biar gak hoax
Selamat mengunjungi Masjid Indra Puri yang begitu khas milik Umat Islam Aceh yang perlu kita jaga kelestariannya.

0 Response to "Masjid Indra Puri Merupakan Bukti Akulturasi Islam dan Hindu di Aceh"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel