Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Kisaran Sampai Berjumpa Lagi

Hampir 3 tahun berlalu, akhirnya hari ini kembali menginjakan kaki menaiki Kereta Api Sri Bilah. Dulu hampir setiap bulan kereta api ini menjadi teman setia menemani perjalanan Rantau Prapat - Medan. Memang jika dibandingkan dengan mengendarai mobil, naik kereta api jauh lebih nyaman, aman, dan hemat biaya.
Kereta Api Sri Bilah, sumber: wikipedia.com
Mengendarai mobil dan kereta api sama-sama ditempuh selama 6,5 jam. Mengendarai mobil pribadi minimal mengeluarkan biaya sebesar Rp. 300.000,- sedangkan naik kereta api maksimal Rp. 200.000,- lumayan bisa hemat Rp. 100.000,- selain itu kita bisa beristirahat dengan nyaman, tidak hawatir macet, dan tidak lagi khawatir akan keselamatan berkendara. Biaya ini termasuk makan ya..:)

Kenapa gak naik bis saja? Kan lebih hemat biayanya maksimal Rp. 150.000,-? Hmmm...ya bisa juga namun ini menjadi pilihan terakhir buat saya, mengapa? Pertama, pada umumnya bis berangkat malam jam 19.00 atau 22.00 WIB, waktunya gak fleksibel. Kedua, khusus untuk saya pribadi --- sedikit khawatir dengan kecepatan, pada umumnya bis malam ini jago mengebut.
Suasana di dalam Gerbong Kelas Eksekutif, sumber: dokumen pribadi
Kali ini bukan Rantau Prapat tujuan saya, melainkan Kota Kisaran. Statsiun Kisaran merupakan salah satu statsiun yang terlewati baik jurusan Medan - Rantau Prapat, ataupun Medan - Tanjung Balai. Kebetulan kali ini ada acara yang dilaksanakan di sana. Kenangan indah bersama Sri Bilah tidak bisa dilupakan, saya pilih untuk mengantarkan ke tempat tujuan seperti 2 tahun yang lalu.

Jadwal kereta api ke Kisaran ini cukup banyak loh, yaitu 7 trip:
06.30 - Putri Deli, Medan - Tanjung Balai
07.52 - Sri Bilah, Medan - Rantau Prapat
10.30 - Sri Bilah, Medan - Rantau Prapat
12.15 - Putri Deli, Medan - Tanjung Balai
15.07 - Sri Bilah, Medan - Rantau Prapat
17.10 - Putri Deli, Medan - Tanjung Balai
22.30 - Sri Bilah, Medan - Rantau Prapat

Waktunya lebih fleksibel jika dibandingkan dengan angkutan umum. Kerta Api Putri Deli merupakan kereta khusus yang melayani transportasi Medan - Tanjung Balai. Kelas yang ditawarkan hanya Kelas Ekonomi. Kelas Ekonomi yaitu tipe yang paling standar namun sudah ber AC dan sudah bebas pedagang asongan.

Kereta Api Sri Bilah menawarkan 2 kelas yaitu Bisnis dan Eksekutif. Kelas Bisnis berada di bawah Kelas Eksekutif, perbedaannya yaitu dari tipe tempat duduk dan posisi gerbong. Tempat duduk eksekutif lebih nyaman dan pada umumnya hanya ada 3 gerbong saja, biasanya ditempatkan paling awal/depan setelah lokomotif.
Rumah Sakit Kisaran, sumber: kabupatenkisaran.go.id
Kisaran merupakan ibukota dari Kabupaten Asahan. Untuk generasi zaman old, sudah tidak asing lagi dengan Kabupaten Asahan karena tahun 1984 Pemerintah Indonesia mengeluarkan uang pecahan Rp. 100,- yang bergambar Bendungan Tangga Asahan (PT. Inalum).
Bendungan Tangga Asahan, sumber: https://travelingyuk.com
Bendungan Tangga Asahan ini dipakai sebagai PLTA untuk PT. Inalum. PLTA ini mampu menghasilkan listrik sebesar 513.000 Kilo Watt khusus untuk supply listrik PT. Inalum. PT. Inalum ini merupakan salah satu kebanggan RI karena saat didirikan merupakan satu-satunya pabrik peleburan alumunium di Asia Tenggara. Pabrik ini mampu menghasilkan produksi rata-rata 225.000 ton per tahun Alumunium Ingot.

Sejarah berdirinya Asahan dimulai sejak masuknya utusan dari Kesultanan Aceh (Sultan Iskandar Muda) pada tahun 1612. Sejarah Asahan berlanjut, pada tahun 1865 Asahan dikuasai oleh Belanda, pada tahun 1946 Kabupaten Asahan resmi berdiri. Kabupaten Asahan memiliki luas wilayah 3.733 Km persegi, jumlah penduduk sebanyak 712.684 (sensus penduduk tahun 2016). Sumber pendapatan daerah sebagian besar dihasilkan dari perkebunan, pertanian, dan pertambangan.

Kabupaten Asahan memiliki 5 Kedewanan yang didalamnya terdiri dari 15 Kecamatan:
(1) Tanjung Balai, terdiri dari kacamatan: Tanjung Balai, Air Joman, Simpang Empat, dan Sei Kepayang.
(2) Kisaran, terdiri dari kecamatan: Kisaran, Air Batu, dan Buntu Pane
(3) Batu Bara Utara, terdiri dari kecamatan: Medan Deras dan Air Putih
(4) Batu Bara Selatan, terdiri dari kecamatan: Talawi, Tanjung Tiram, dan Lima Puluh
(5) Bandar Pulau, terdiri dari kecamatan: Bandar Pulau, Pulau Rakyat, dan Bandar Pasir Mandoge

Pada tahun 2007 Kabupaten Asahan dimekarkan menjadi dua yaitu Kabupaten Asahan dan Kabupaten Batu Bara. Kabupaten Batu Bara meliputi kedewanan Batu Bara Utara dan Selatan.
Air Terjun Unong Sisapa, sumber: kabupatenkisaran.go.id 
Tempat wisata yang ada di Kabupaten Asahan yaitu:
1. Danau Teratai
2. Air Terjun Unong Sisapa
3. Air Terjun Simonang Monang
4. Air Terjun Ponot
5. Pemandian Bedeng
6. Air Terjun Sungai Asahan
7. Pelabuhan Bagan Asahan
8. Danau Kisaran Naga
9. Pasiran (pasir kwarsa di bantaran Sungai Silau)
10. Mesjid Raya Kisaran

Tidak ketinggalan tempat kuliner yang ada di Kabupaten Asahan ini diantaranya adalah:
1. Warung Nasi Uduk Chi Chi Sea Food - Jl. Cokroaminoto Kisaran
2. River View Cafe - Jl. Imam Bonjol
3. RM. Pondok Keluarga - Jl. Imam Bonjol
4. RM. Rasa Sayang - Jl. Imam Bonjol
5. Ikan Bakar Pondok Kelapa - Jl. Imam Bonjol
6. Lim's Cafe - Jl. Imam Bonjol
7. RM. Jimbaran Raya Seafood - Jl. Imam Bonjol
8. RM. Anapa 126 - Jl. Mas Mansyur

Tempat penginapan yang ada di Kisaran adalah:
1. Hotel Cahaya Asahan - Jl. Imam Bonjol
2. Hotel Wisata - Jl. Imam Bonjol
3. Hotel Marina - Tegal Sari Kisaran
4. Hotel Nusa Indah Kisaran - Jl Ahmad Yani
5. Hotel Sabty Garden - Jl. Pangeran Diponogoro
6. Hotel Antariksa - Jl. Sei Gambus
7. Hotel Tresya Internasional - Jl. Jendral Sudirman
8. Hotel Surata Perman - Jl. Jendral Sudirman

Cukup lengkap kan Kota Kisaran untuk dijadikan tempat singgah atau berlibur, demikian "Jejak Kaki" kali ini. Ayo kita kunjungi tempat-tempat menarik lainnya yang ada di Indonesia. Sampai berjumpa lagi Kisaran di lain waktu.

Post a Comment for "Kisaran Sampai Berjumpa Lagi"

Berlangganan