Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Sanger; Segelas Kopi untuk Kesehatan Jiwa

Sanger adalah racikan kopi khas Aceh. Penyajian kopi ini bisa panas atau dingin. Sanger dingin biasanya dihidangkan dengan menggunakan gelas besar dengan campuran susu. Lain halnya dengan Sanger panas, biasanya disajikan dengan menggunakan gelas kecil berisi kopi murni dan lebih kental. Sanger panas ini cocok untuk mereka para pecinta kopi (coffee lovers), karena apabila dinikmati oleh mereka yang belum terbiasa (tidak kuat) --- lambung jadi taruhannya.

Hal yang menarik dari Kopi Aceh ini, sekalipun kita meminumnya berkali-kali tidak menyebabkan perut kembung loh. Rahasianya terletak pada tarikan (proses penyaringan) dan temperature airnya. Kopi Aceh akan terasa nikmat setelah ditarik (disaring 4-5 kali) dan diseduh dengan air mendidih. Pada umumnya pembuat kopi Aceh selama buka kedainya terus mendidihkan air tersebut sehingga suhunya air terjaga 100 derajat. Lain halnya dengan saya atau anak-anak kost yang mau instant, untuk membuat kopi cukup dengan kopi sachet diseduh dengan air panas dari dispenser. Alhasil terasa nikmat 10 menit, semalaman kembung...hehe.


Kopicie - Jl. Gatot Subroto Medan
Kemarin sore saya mampir di kedai Kopicie, kedai kopi yang berada bersebelahan dengan tempat kerja saya. Kopi Sanger dinginnya enak loh, kawan-kawan yang di Medan bisa mampir dech kesini (Jl. Gatot Subroro - Sei Sikambing). Rasanya tidak kalah dengan kopi yang betul-betul ada di Aceh.

"Kopicie"...nama kedai kopinya menarik, sepertinya pemilik usaha ini merupakan gabungan orang Minang dengan orang Aceh. Identitas "Cie" menunjukan primordialisme orang Minang, sedangkan produk yang dijual Kopi khas Aceh. Saya sendiri suka kopi sebagai level pemula, belum masuk ke level pecinta kopi (coffee lover). Mengkonsumsinya hanya untuk menghilangkan penat dan rasa ngantuk saja.

Tempat ini cukup ramai karena dijadikan tempat hangout oleh mahasiswa dari Universitas Cut Nyak Dien yang berada tepat di gang sebelah kedai. Biasanya kedai buka dari jam 13.00 sampai jam 23.00 WIB. Mahasiswa makin anteng selain kopinya enak juga tersedia fasilitas Wifi gratisnya.

Kalau cerita kopi di Sumatra Utara dan Aceh, kedua daerah ini merupakan gudangnya kopi enak. Mulai dari kopi Gayo, Sidikalang, Pakpak, Ulee Kareng, Sipirok, Angkola dan kopi lainnya. Aceh merupakan surganya para penikmat kopi loh, pagi kopi...siang kopi...sore kopi...malam kopi. Makanya banyak sekali kedai kopi keren-keren di Aceh yang dijadikan tempat nongkrong favorit.

Saya bukan seorang barista, bukan seorang ahli kopi, bukan juga pecinta kopi tapi kali ini hanya menikmati segelas kopi "Sanger" yang recommended. Sambil ngobrol-ngobrol tak terasa Si "Sanger" disedot-sedot, diemut-emut...jadi teringat Buku "Filosofi Kopi" karangan Mba Dee. Saya coba menyimpulkan nilai filosofis yang tersirat dari kopi.

Nah kalo memaknai (mengambil hikmah) itu sudah diatur loh di dalam Al-Quran, bunyinya sebagai berikut: "Dia memberikan hikmah kepada siapa yang Dia kehendaki. Barang siapa diberi hikmah, sesungguhnya dia telah diberi kebaikan yang banyak. Dan tidak ada yang dapat mengambil pelajaran kecuali orang-orang yang mempunyai akal sehat". QS. Al-Baqoroh, [2:269]. Mari sama-sama belajar untuk dapat mengambil hikmah dari setiap kejadian biar menjadi orang beruntung.

Seperti rekan-rekan ketahui nilai-nilai filosofis yang terkandung pada kopi diantaranya adalah:
  • Warna. Kopi itu hitam, penikmat tidak akan merasakan kenikmatan apabila belum mencicipinya. Setelah terasa nikmatnya, warna hitam akan terasa indah dan menjadi ciri khasnya. Nilai filosofis jangan hanya melihat fisik, namun galilah lebih dalam untuk menilai seseorang.
  • Harum. Bau kopi mampu membangkitkan selera, memperbaiki mood, bahkan bisa mempercepat orang siuman. Selain itu dapat digunakan sebagai pewangi ruangan dan mampu menghilangkan bau yang tajam seperti bau durian, bau sepatu, bau amis/bangkai. Nilai filosofis jadilah manusia yang bermanfaat.
  • Rasa/Pahit. Kopi itu pahit, berbagai campuran untuk menciptakan menu kopi namun kadar pahinya akan tetap terasa. Nilai positif, jadilah manusia jujur sekalipun sangat berat dan tidak menguntungkan.
  • Cafein. Kopi bisa menyebabkan seseorang terjaga (melek) dan juga dapat menyebabkan ketagihan. Nilai filosofis, jadilah manusia yang memberikan nilai-nilai positif dan memberikan kenyamanan kepada orang lain.
  • Keras. Pohon dan biji kopi itu sangat teras, bahkan batang pohonnya apabila sudah direndam oleh air dalam jangka waktu tertentu hewan pengerat dan rayap tidak mampu memakan/merusaknya. Nilai filosofis, kita harus memiliki prinsip/pendirian teguh untuk mempertahankan kebenaran dan keadilan.
  • Alami. Semakin alami proses pembuatan kopi akan semakin mahal dan berharga, contoh kopi Luwak. Nilai filosofis, kita harus menjaga lingkungan (termasuk dengan tetangga ya..hehe) dan alam sekitarnya untuk keseimbangan hidup.
  • Bernilai/berharga. Kopi merupakan salah satu komoditas ekspor ke luar negeri. Indonesia sebagai negara pengekspor ke-4 setelah Brazil, Vietnam, dan Columbia. Nilai filosofis, jadilah generasi yang mampu bersaing baik di tingkat lokal maupun di tingkat global.

Tentunya masih banyak manfaat kopi bagi kesehatan, namun ahli kesehatan lebih berhak untuk menjelaskannya daripada saya. Untuk rekan-rekan penikmat kopi mari seimbangkan kebiasaan nongkrong di Starbucks dengan menikmati kopi lokal, sehingga kawan-kawan kita yang berusaha di bidang kopi lokal mendapatkan kontribusi dari kita untuk sama-sama maju.

Post a Comment for "Sanger; Segelas Kopi untuk Kesehatan Jiwa"

Berlangganan