Kuah Beulangong Cita Rasa Kari Daging Khas Aceh
Bicara soal kuliner Aceh, lidah kita mungkin akan langsung teringat pada Mie Aceh atau Ayam Tangkap. Namun, ada satu mahakarya kuliner tradisional yang menduduki kasta tertinggi dalam perayaan masyarakat Aceh, yaitu Kuah Beulangong. Lebih dari sekadar hidangan pengisi perut, makanan ini adalah simbol kebersamaan, warisan indra pengecap, dan identitas budaya yang terus dijaga kelestariannya.
Apa itu Kuah Beulangong?
Secara harfiah, kata “Beulangong” dalam bahasa Aceh berarti belanga atau kuali besar. Kuah Beulangong adalah sejenis masakan kari daging (biasanya daging sapi atau kambing) yang dicampur dengan potongan nangka muda, pisang kepok, atau batang pisang, lalu dimasak dalam porsi raksasa menggunakan belanga besar.
Hidangan ini memiliki kuah yang kental, berwarna kecokelatan, dengan cita rasa rempah yang sangat kuat dan pedas yang menghangatkan tubuh. Secara tradisional, hidangan ini tidak dimasak untuk konsumsi harian di rumah tangga biasa, melainkan disajikan pada acara-acara besar seperti Kenduri Maulid (perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW), pesta pernikahan, upacara adat, hingga syukuran panen raya. Kuah Beulangong adalah menu wajib yang menjadi primadona di setiap perhelatan akbar masyarakat Serambi Mekkah.
Dimasak Hanya oleh Kaum Pria
Ada satu fakta unik dan menarik yang menjadi hook atau daya tarik utama dari Kuah Beulangong: hidangan ini secara tradisi hanya boleh dimasak oleh kaum laki-laki.
Pernahkah Anda melihat puluhan pria berkumpul mengelilingi belanga raksasa di atas tungku kayu bakar yang menyala-nyala? Itulah pemandangan khas saat memasak Kuah Beulangong. Proses memasaknya membutuhkan tenaga ekstra yang cukup besar untuk mengaduk daging berskala kuintal dengan menggunakan dayung kayu (spatula raksasa) selama berjam-jam.
![]() |
| Kuah Beulangong |
Tradisi ini menumbuhkan semangat kebersamaan dan gotong royong di antara warga desa. Sambil mengaduk kuali, para pria biasanya akan bersenda gurau, bertukar cerita, hingga merapatkan silaturahmi. Aroma rempah yang menguar dari kayu bakar dan belanga raksasa ini dijamin mampu membuat siapa saja yang melintas meneteskan air liur.
Bahan-Bahan untuk Membuat Kuah Beulangong
Rahasia di balik rasa magis Kuah Beulangong terletak pada penggunaan rempah ratus yang berlimpah dan satu bahan rahasia khas Aceh. Berikut adalah rincian bahan-bahannya:Bahan Utama: Daging sapi atau kambing segar (lengkap dengan tulang dan gajih untuk kaldu), dipadukan dengan potongan nangka muda atau pisang kepok mentah.
Bumbu Kunci (U Teulheu): Ini adalah kelapa parut yang disangrai (digongseng) bersama bumbu rempah hingga berwarna cokelat gelap, lalu dihaluskan hingga mengeluarkan minyak. U Teulheu inilah yang memberikan tekstur kental, warna pekat, dan aroma gurih yang sangat khas pada Kuah Beulangong.
Rempah Halus: Terdiri dari cabai merah kering, cabai rawit, ketumbar, jintan, adas manis, lada putih, kunyit, jahe, dan bawang putih.
![]() |
| Memasak Kuah Beulangong |
Rempah Kering (Rempah Cemplung): Kapulaga, bunga lawang (pekak), kayu manis, dan cengkeh.
Bumbu Iris: Bawang merah iris yang ditumis di awal dengan minyak goreng murni.
Rumah Makan Kuah Beulangong di Banda Aceh
Dahulu, Anda harus menunggu ada hajatan atau perayaan Maulid Nabi untuk bisa menikmati hidangan ini. Namun, tingginya antusiasme masyarakat dan wisatawan membuat banyak rumah makan di Banda Aceh kini menyajikan Kuah Beulangong sebagai menu andalan mereka. Jika Anda berkunjung ke Banda Aceh, berikut adalah beberapa rumah makan legendaris yang wajib disambangi:
Rumah Makan Lem Bakrie: Terletak di area Pango, rumah makan ini sangat terkenal dengan Kuah Beulangong daging kambing dan sapinya yang empuk. Tempat ini selalu ramai dikunjungi warga lokal maupun pejabat.
Rumah Makan Hasan: Salah satu jaringan restoran khas Aceh yang menyajikan ragam makanan tradisional dengan kualitas premium, termasuk Kuah Beulangong yang kaya rempah.
Rumah Makan Aditya (Kawasan Ulee Kareng): Menawarkan cita rasa Kuah Beulangong yang otentik dan sering menjadi jujukan para wisatawan kuliner.
Kawasan Lambaro: Di pasar dan kawasan sekitarnya, banyak warung nasi yang menyajikan Kuah Beulangong segar yang baru diangkat dari tungku kuali setiap menjelang makan siang.
Kisaran Harga Kuah Beulangong
Meski dimasak dengan bahan daging berkualitas dan rempah yang kompleks, harga satu porsi Kuah Beulangong di rumah makan terbilang sangat ramah di kantong. Untuk satu porsi Kuah Beulangong Sapi atau Kambing, harganya berkisar antara Rp 30.000 hingga Rp 50.000.
Saatnya Anda Mencoba!
Jangan biarkan lidah Anda hanya membayangkan kelezatannya melalui tulisan ini! Jadikan Provinsi Aceh sebagai destinasi liburan Anda selanjutnya dan masukkan Kuah Beulangong ke dalam daftar wajib (bucket list) kuliner Anda.
Bagi Anda yang gemar memasak, tantang diri Anda untuk mencoba meracik resep Kuah Beulangong di rumah saat ada acara kumpul keluarga akhir pekan ini. Temukan resep otentiknya, cari U Teulheu, dan rasakan sendiri sensasi kehangatan rempah Tanah Rencong di meja makan Anda. Ayo, agendakan perjalanan wisata kuliner Anda ke Banda Aceh sekarang!
Kuah Beulangong bukanlah sekadar urusan memuaskan lapar, melainkan manifestasi dari nilai-nilai filosofis masyarakat Aceh. Kuali besarnya adalah lambang keluasan hati, pengaduk kayunya adalah lambang kerja keras, dan bumbu rempahnya yang menyatu merepresentasikan keberagaman masyarakat yang membaur dalam keharmonisan.


Posting Komentar