Menikmati Kelezatan Lobster Goreng di Rumah Makan Pantai Pasir Putih Aceh Selatan

Lobster gorang Aceh Selatan
Halo rekan-rekan, kali ini saya akan membahas salah satu menu istimewa dari Kabupaten Aceh Selatan.

Tepatnya menu Lobster yang disajikan di Rumah Makan Pantai Pasir Putih.


Tempat ini memang lumayan jauh apabila ditempuh langsung dari Kota Banda Aceh yaitu sekitar 7,4 jam.

Namun jika rekan-rekan posisinya berada di Kota Meulaboh, jarak tempuh hanya 3,2 jam saja.

Lobster Bambu

Di rumah makan ini rekan-rekan dapat memilih menu lobster yang beraneka ragam jenis dan ukurannya.

Mulai dari Lobster Pasir yang warnanya coklat kehitaman, Lobster Bambu warnanya hijau belang hitam seperti macan, Lobster Batu bentuk badanya besar berwarna hijau, dan Loster Batik yaitu coklat titik-titik hitam (mirip dengan batik).

Lobster yang paling banyak tersedia yaitu Lobster Bambu. Mulai dari ukuran kecil sampai ukuran besar (panjangnya mencapai 30 cm. 

Harga lobster di rumah makan ini relatif murah loh jika dibandingkan dengan harga lobster pada umumnya.

Pada umumnya harga lobster per kilonya berkisar Rp. 230.000 - 150.000. Namun di rumah makan ini harganya berkisar Rp 100.000 - 120.000. 

Hal yang spesial jika rekan-rekan sudah kenal dekat dengan pemilik rumah makan ini, harganya pasti lebih kekeluargaan lagi. 

Menu lobster di rumah makan ini dapat disesuaikan dengan selera rekan-rekan, mulai dari gorang biasa, goreng mentega, saus tiram, bahkan bisa di bakar loh.

Lobster goreng yang menggoda

Berhubung perjalanan masih panjang ke Tapak Tuan, saya dan teman memilih lobster goreng aja, mudah dan cepat penyajiannya.

Sambil menunggu lobster tersebut dimasak, rekan-rekan dapat Menikmati keindahan pantai yang ada tepat di belakang rumah makan tersebut. 

Pemandangan pantai tersebut sangat indah karena terhampar gugusan pasir putih yang membentang dari utara ke selatan. 

Saya pun menikmati keindahan pantai tersebut sekitar 30 menit sambil menunggu menu lobster matang.

Pantai di sini sangat jernih sekali karena memang pasir putih yang berasal dari karang-karang yang mengalami pelapukan atau abrasi. 

Selain dari pada itu pantai di sini tidak banyak muara sungai yang membawa aliran air keruh. 

Pasir Putih

Saya pun sambil menunggu menu lobster matang menyempatkan diri untuk berswa berfoto di belakang dari rumah makan. Hasilnya mantap...bagus banget. 

Apalagi kalau dinikmati oleh muda-mudi yang sedang memadu kasih, pasti suasananya makin seru. Pasir putih menghampar, air beriak jernih, angin sepoy-sepoy, dan kicauan burung begitu comelnya.

30 menit berlalu akhirnya menu lobster goreng saya udah selesai. Dapat rekan-rekan bayangkan bentuknya ringkih menguning bahkan piringnya saja hampir tidak muat. 
Terlihat dagingnya yang putih menggoda selera untuk segera menikmatinya. Eiiits...hati-hati bagi rekan yang punya kolestrol tinggi. Jangan lupa persiapan obat. 

Akhirnya saya bersama teman-teman menikmati kenikmatan Lobster di pasir putih ini. Rasanya memang top, masih segar istilah orang Aceh rasanya manis.

Setelah menikmati menu lobster jangan sampai terlewat minuman kates (minuman yang terbuat pepaya serut ditambah dengan agar-agar dan sirup, pada umumnya rasa raspberry).

Minuman kates lebih ekan jika disajikan dalam keadaan dingin sehingga terasa lebih segar dan menghilangkan dahaga.

Tidak terasa hampir 1 jam saya menghabiskan waktu di tempat ini. Selain manunya yang spesial juga lingkungan alamnya yang indah. 

Tidak bisa berlama-lama lagi karena saya harus melanjutkan perjalanan ke Tapaktuan. Jarak tempunya berkisar 45 menit lagi. 

Jika rekan-rekan posisinya dari Meulaboh ke Tapaktuan atau sebaliknya dari Tapaktuan ke Meulaboh rumah makan ini menjadi salah satu rekomendasi saya.

Silakan rekan-rekan mencobanya, beritahu saudara atau rekan-rekan yang lain agar kuliner di tempat ini makin maju lagi ya. Selamat mencoba ya rekan-rekan.