Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Membantu Menyuarakan Jeritan Warga Palestina Atas Derita dan Perjuangan Untuk Meraih Kemerdekaan

Beberapa minggu terakhir Pasukan Zionis Israel tidak henti-hentinya membombardir pemukimam warga Gaza Palestina.

Saat warga Indonesia mendapatkan berkah musim penghujan diakhir tahun, hal sebaliknya warga Palestina mendapatkan bancana dan nestapa yang sangat pedih.

Hujan bom di atas Gaza
Warga Indonesia mendapatkan hujan berkah yang menumbuhkan berbagai jenis tanaman, warga Palestina mendapatkan hujan bom yang menyebabkan banjir darah.

Saat hujan tiba kita masuk ke rumah, berkumpul dengan keluarga sambil menikmati secangkit teh hangat. Warga Palestina menengadah beratapkan langit, beralaskan tanah rumah beserta isinya hancur-lebur rata dengan tanah.

Petani Indonesia sibuk mengolah tanah yang gembur untuk bercocok tanam, warga Palestina menggali tanah kubur untuk jasad-jasad yang syahid akibat kekejaman Zionis Israel.

Serangan Zionis Isael atas Palestina
Saat pagi buta anak Indonesia bangun kemudian bergegas mandi agar sekolah tidak kesiangan. Anak-anak Palestina waswas bersembunyi di pojok rumah mengantisipasi rudal jatuh menimpanya.

Nasi beserta lauknya dapat kita nikmati setiap hari. Warga Palestina menahan haus dan lapar sesekali mengais serpihan roti di depan reruntuhan puing-puing rumahnya.

Kita tersenyum sumringah melihat anak-anak kita yang sedang riang bermain. Seorang ibu Palestina membantu membopong keranda jenazah anaknya ke depan lubang kubur.

Saat kita menikmati Tiktok dengan senyum paling cantik dan gemulai tubuh diiringi musik. Warga Palestina memar-memar terkena pentungan Zionis karena berusaha menunaikan shalat lima waktu di Al Aqsa.

Apakah kita menganggap hal demikian wajar? Tidak! Walaupun pihak "tertentu" mengkondisikan hal ini adalah hal yang wajar sehingga membungkam mata dan hati kita kepada warga Palestina.

Penghancuran pemukiman Palestina
Penjajahan seperti ini harus kita lawan, warga Palestina memiliki hak yang sama dengan kita. Mereka menuntut atas hak asasi yang sama di tanah kelahirannya yang selama ini telah direbut oleh Zionis.

Saat mereka menyuarakan hal demikian lantas diberikan label sebagai "radikal" atau "teroris" sehingga menutup mata dan hati kita. Sungguh ironis!

Terlalu murahkan atau hal yang wajar jika harta dan jiwa mereka yang terenggut tidak henti-hentinya? Bayangkan jika hal ini terjadi pada kita, anggota keluarga kita, orang-orang yang kita sayangi.

Pastinya akan sangat sedih dan menyakitkan kehilangan orang-orang yang kita cintai dan sayangi. Hal seperti ini pastinya sama dirasakan oleh mereka - warga Palestina.

Jangan buta, tuli, dan senyap!

Banyak cara dan upaya yang dapat kita lakukan untuk membantu mereka di sana. Mulai dari hal paling ringan sampai dengan hal yang sangat berat.

Tindakan yang paling ringan adalah kita mendoakan saudara-saudara kita di sana untuk diberikan ketegaran / kekuatan menghadapi kejamnya Zionis.

Diberikan keselamatan agar anak-cucu mereka terus memperjuangkan hak-haknya sampai dengan waktu yang telah di tentukan oleh Allah SWT.

Seorang warga Palestina di samping puing-puing rumahnya yang dihancurkan Zionis
Hal ringan berikutnya yaitu lisan dan perbuatan untuk mereka yang ada di sekitar kita. Ungkapkan rasa prihatin kita atas pembantaian Zionis kepada warga Palestina.

Buatlah satus atau tulisan di media sosial atau sosial media untuk menggaungkan masalah kemanusiaan yang dialami oleh warga Palestina.

Berbagi rizki dengan mereka, salurkan bantuan Anda melalui lembaga atau organisasi legal yang menyalurkan bantuan kepada warga Palestina.

Bantuan Anda dapat meringankan beban mereka di sana, mulai dari sandang sampai papan untuk tempat tinggal mereka yang telah rata dengan tanah.

Seorang ibu membantu mengangkat jenazah anaknya
Banyak sekali lembaga atau organisasi yang dapat kita pilih untuk membantu saudara kita di sana, seperti ACT, Kita Bisa, DT Peduli, MER-C, Bang Onim dan lain-lain.

Besar kecilnya bantuan bukanlah suatu masalah, melainkan seberapa cepat kita memberikan bantuan tersebut dan seberapa konsisten kita melakukannya.

Ikhtiar yang paling tinggi dan sangat beresiko adalah kita menjadi relawan kemanusiaan yang terjun langsung di Palestina.

Relawan seperti tenaga medis, psikolog, guru/pendidik, dan jurnalis sangat dibutuhkan oleh warga Palestina. Masalah kesehata, psikologis, dan informasi/berita kemanusiaan menjadi hal yang sangat penting untuk warga Palestina.

Membantu Palestina menjadi tanggung jawab kita - masyarakat Indonesia. Soekarno dengan tegas menyatakan: "Selama kemerdekaan Palestina belum diserahkan kepada orang-orang Palestina, maka selama itulah Indonesia berdiri menantang penjajah Israel", Ir. Seokarno - 1962.

"You don't need to be muslim to stand up for Gaza, You just need to be human" - "Tidak perlu menjadi muslim untuk membantu Gaza (Palestina), cukup menjadi manusia " - Recep Tayyip Erdogan.

"Seorang muslim itu saudara bagi muslim yang lain. Ia tidak boleh menganiaya dan tidak boleh menyerahkannya kepada musuh. Barang siapa membantu keperluan saudaranya, Allah akan membalas bantuan keperluannya. Barang siapa membebaskan seorang muslim dari kesusahan, Allah akan membebaskan suatu kesusahan dirinya dari beberapa kesusahan pada hari kiamat. Barang siapa menutupi aid seorang muslim, Allah akan menutupi aibnya kelak pada hari kiamat" - HR. Bukhari.

Post a Comment for "Membantu Menyuarakan Jeritan Warga Palestina Atas Derita dan Perjuangan Untuk Meraih Kemerdekaan"

Berlangganan