Mengenal Manisan Sentul Khas Peudada Kabupaten Bireuen Aceh

Saat perjalanan saya dari Banda Aceh menuju Lhokseumawe, saya menemukan makanan unik khas Peudada - Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh.

Kuliner yang saya temukan kali ini adalah Manisan "Sentui". Nama Sentui sendiri sebetulnya agak samar-samar saya dengernya dari Ibu-ibu yang jualan itu. Padahal itu buah Sentul.

Heheh maklum telinga saya ini kurang nge-cas, sepertinya kurang piknik. Selain itu saat saya ngobrol sama Ibu penjual, jalanan sedang ramai-ramainya dengan kendaraan. 

Buah Sentul

Manisan ini dijajakan di pinggir jalan sekitar daerah Peudada sampai Samalanga - Kabupaten Bireuen. Manisan ini terbuat dari buah khusus (mirip dengan buah Waru - Hibiscus tiliaceus).

Bentuknya bulat, kulitnya berbulu, memiliki daging kulit yang tebal, dan buah di dalamnya mirip dengan Buah Manggis. 

Saya sedikit tanya cara mengolahnya: terlebih dahulu di kupas bagian kulit luarnya, kemudian di iris-iris kulit bagian luarnya, dan diberikan bumbu khusus (mirip bumbu manisan) yang berwarna kuning.

Sentul ini dimasukan ke dalam plastik, jumlahnya rata-rata 5 biji. Buah ini dimasukan beserta air manisannya. Untuk memberikan rasa dan menjaga agar tahan lama.

Sentul dijual sepanjang jalan dengan cara di gantung. Terlihat menarik dari jauh warna kuning yang mencolok. Selain Sentul yang sudah di olah, dijual pula Buah Sentul yang masih mentah.


Kita bisa membeli Sentul Mentah untuk kita oleh sendiri di rumah. Manisan Sentul per plastiknya (isi 5 biji) dijual dengan harga Rp. 5.000,- sedangkan Sentul mentah per-kilonya Rp. 8.000,- (berisi sekitar 15 biji).

Sentul berbuah sepanjang tahun, namun paling banyak menghasilkan yaitu pada Bulan Juni - September, saat peralihan dari musim kemarau ke penghujan. 

Pohon Sentul sendiri merupakan pohon liar, namun penduduk lokal menanamnya untuk melindungi tanah dan pembatas lahan satu dengan lahan yang lainnya.

Bentuk Manisan Sentul ini mirip dengan Manisan Pala. Namun rasanya jauh sekali dengan rasa Pala. Rasa manisan Sentul ini malah mirip dengan rasa Jambu Kelutuk. Rasanya sedikit sepet, renyah, dan  segar.

Sentul cocok dimakan saat siang hari, panas terik. Buah ini cukup menghilangkan rasa haus dan dahaga. Manisan Sentul ini dapat kita konsumsi hanya buahnya atau bersama-sama dengan airnya.

Rasa air manisan itu sendiri rasanya manis seger karena bercampur dengan aroma dari Sentul itu sendiri. Namun setelah saya icip-icip, apabila ditambah sedikit rasa pedas akan menambah kenikmatannya.

Ini merupakan kuliner yang unik, rasanya seger, dan layak Anda cicipi. Jika Anda melewati jalan Peudada - Bireuen, ayo mampir dan beli buah ini agar kita bisa berbagi rizki dengan ibu-ibu yang jualan di sana.

Selamat mencoba!

0 Response to "Mengenal Manisan Sentul Khas Peudada Kabupaten Bireuen Aceh"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel