Menikmati Mudik Lebaran 2018

Inilah berkah menjadi perantau yang tinggal dan hidup di daerah orang. Setiap kali ada liburan panjang (khususnya Idul Fitri dan Idul Adha) menjadi moment terbaik untuk mudik ke kampung halaman. 

Target utamanya sebisa mungkin tetap menjaga silaturahmi dengan orang tua selama masih hidup. Setelah itu baru bersilaturahmi dengan sanak-saudara yang sudah sekian lama tidak berjumpa. 

Pengalaman seru mudik mulai dari kuliah sampai saat ini selalu menjadi kenangan manis. Zaman kulaih dulu selalu berharap teman sebangku di bis saat mudik itu mahasiswi cantik yang pulang menuju tempat yang sama. 
Ilustrasi, sumber: kompasiana.com

Harapan tinggal harapan,  tingkat keberhasilan duduk bareng dengan mahasiswi cantik hanya 20% dari total perjalanan mudik, selebihnya harus mengikhlaskan duduk bersama bapak-bapak atau ibu-ibu yang membawa banyak barang bawaan.

Saat duduk bareng mahasiswi cantik, selalu ada saja alasan untuk berkenalan. Mulai dari menanyakan jam sampai menanyakan identitas. Pokoknya bagaimana caranya agar bisa dekat dan kenal dengan mahasiswi tersebut. 

Lain halnya apabila saat mudik tersebut duduk sama bapak-bapak atau ibu-ibu yang ringkih (banyak bawaannya). Tubuh secara otomatis mengkonsidikan mengantuk dari awal sampai akhir perjalanan. Selama perjalanan dalam kondisi tertidur, tiba-tiba sudah sampai tujuan. 

Setelah menikah ceritanya lain, mudik lebaran dimanfaatkan sepenuhnya fokus kepada keluarga dan ajang silaturahmi. Sebagai seorang perantauan kesempatan ini sangat berharga, mumpung masih ada orang tua. Mumpung orang tua masih lengkap dari pihak saya dan istri, inilah kesempatan terbaik untuk engage saling memaafkan, saling bersilaturahi yang sudah sekian lama tidak terjalin secara langsung.

Dunia memang berputar, saat ini saya dan istri yang ringkih dengan membawa dua anak dan barang bawaan yang cukup banyak. Gantian mereka yang muda kurang nyaman duduk bersebelahan dengan kita. Selain anak-anak yang rusuh, juga bawaan yang kadang melebihi kapasitas. 

Kita nikmati saja perjalanan mudik ini, adapun kurang lebihnya kita ikhlaskan. Setelah sekian lama mudik lebaran berdasarkan pengalaman pribadi banyak sekali hikmah dan manfaatnya, diantaranya adalah:

1. Management keuangan
Supaya bisa mudik lebaran otomatis kita akan menyisihkan uang dari pendapatan kita setiap bulannya. Bukan hal yang mudah, melainkan harus dipersiapkan dengan matang. Mulai dari kalkulasi masalah tiket, oleh-oleh, sampai dengan biaya untuk jalan-jalan di kota tujuan. Saya yakin bagi yang punya uang banyak pun harus membuat rencana dengan matang agar liburan ini efektif dan bermanfaat.

2. Silaturahmi
Saat ini teknologi canggih mulai dari telepon, video call, sms dan lain-lain namun semuanya tidak dapat mewakili kehadiran seseorang yang kita cintai. Apabila kita berjumpa langsung kita akan merasakan semuanya mulai dari fisik maupun psikis (emosionalitas) sehingga kita dapat meluapkan seluruh perasaan kita. Hal yang paling utama sebagai seorang anak adalah meminta maaf kepada orang tua, keluarga dan tetangga dekat. 

3. Berbagi kebahagiaan
Zakat dalah salah satu cara untuk membersihkan harta yang kita miliki (bagi yang nisab), zakat tersebut akan diberikan kepada mereka yang berhak menerimanya. Moment lebaran ini merupakan ajang berbagi kebahagiaan tidak mengenal siapa dia, semua dapat merasakan kemenangan. Selain zakat ada juga tradisi memberikan uang baru kepada sanak-saudara. Kita akan sangat senang melihat anak-anak bahagia mendapatkan uang baru. Atau makan bersama keluarga besar. 

4. Menghargai waktu
Suatu hal yang pasti adalah kematian. Bagi mereka yang sedang merantau (seperti saya) moment lebaran ini dijadikan kesempatan yang paling baik untuk dapat memuliakan orang-orang terdekat. Kita tidak mengetahui kapan akan dipanggil nyawa oleh Allah SWT. Kita akan merasa tenang dan ikhlas apabila sudah berjumpa dengan orang-orang terdekat untuk saling memaafkan dan mendoakan. 

5. Hiburan
Selain silaturahmi, liburan panjang juga dimanfaatkan untuk mengunjungi tempat-tempat wisata yang menarik. Kita akan rehat sejenak dan menikmati kebesarah Allah SWT baik itu alam, lingkungan dan lain-lain. Ini merupakan salah satu alternatif kita untuk me-refresh kembali semangat kita. Sekian lama kita disibukan dengan rutinitas atau pekerjaan, kali ini kita beristirahat dan meluangkan waktu bersama keluarga tercinta.

Tentunya masih banyak hikhmah lainnya yang rekan-rekan rasakan. Namun lima point di atas merupakah hal umum yang dirasakan oleh para pemudik saat berjumpa dengan keluarga tercinta seperti saya. Semoga mudik lebaran kali ini diberikan kelancaran, seluruh keluarga senang, berbahagia, dan kembali nanti setelah selesai lebaran pulang dengan selamat.

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1439 H, Mohon Maaf Laih dan Batin.

0 Response to "Menikmati Mudik Lebaran 2018"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel