Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Menyambut Bulan Ramadhan 1439 H

Sebentar lagi kita akan menyambut bulan Suci Ramadhan 1439H, kita hendaknya bersyukur kepada Allah SWT sampai saat ini masih diberikan kesehatan, rizki, dan umur untuk bertemu kembali dengan Bulan Suci Ramadhan ini. Kesempatan emas ini tentunya harus dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk memperbaiki diri dan menjadi pemenang di hadapan Allah SWT. Sebagimana hadis Rosulullah SAW "Barangsiapa hari ini lebih baik daripada kemarin maka dia termasuk orang yang beruntung, barangsiapa hari ini sama dengan kemarin maka dia adalah orang yang merugi, barangsiapa hari ini lebih buruk dari kemarin maka dia termasuk orang yang celaka”.

Semoga kita semua menjadi orang yang beruntung hari demi hari diisi dengan kebaikan, jangan sampai hari ini baik pada saat meninggal dunia kita dalam keadaan buruk. Menghadapi bulan puasa ini tentunya harus memiliki persiapan matan baik fisik, mental, dan spiritual. Kita harus memiliki fisik yang sehat, memiliki mental yang kuat, dan mamiliki kadar spiritual yang semakin meningkat.

Sumber: https://www.rancahpost.co.id
Fisik yang kuat sangat ditentukan oleh asupan gizi yang kita konsumsi. Apabila kita mampu --- kita dapat menyiapkan makanan dengan kandung gizi yang dibutuhkan tubuh, baik saat sahur maupun saat berbuka. Mental yang kuat dibentuk oleh niat yang kuat dan ikhlas menerima perintah dan larangan agama. Kadar keimanan itu sendiri akan semakin meningkat apabila kita semakin memahami agama, belajar dengan para ulama, berkumpul dengan orang-orang soleh, dan melalui pembiasaan. 

Langkah berikutnya untuk mempersiapkan tiga hal utama di atas, sebaiknya kita menjalankan adab-adab berpuasa di Bulan Ramadhan. Adab-adab tersebut diantaranya adalah:
  • Makan Sahur, seperti yang dibagas di atas sahur menentukan ketahanan fisik. Sahur yang baik adalah kadar gizi yang dibutuhkan oleh tubuh terpenuhi. Makanlah secukupnya mendekati subuh, apabila tidak ada makanan air seteguk pun dapat dikatakan sahur asalkan kita dapat menahan lapar sampai dengan berbuka nanti. 
  • Menahan diri untuk tidak berbuat mubadzir (seperti berkata korot, berlaku kasar, tidak dapat menahan nafsu). 
  • Memaca Al-Quran dan memperbanyak sedekah. Bulan puasa adalah bulan berkah apabila kita membaca Al-Quran dan beramal soleh maka amal-ibadahnya akan dilipat gandakan. 
  • Memperbanyak doa, selain shalat berdoa merupakan komunikasi manusia dengan tuhan mengenai apa yang diinginkan atau dirasakan. Berdoa pada Bulan Ramadhan sangat baik, karena pintu amalan dibuka oleh Allah SWT selebar-lebarnya. 
  • Berbuka puasa, tubuh mempunyai hak diberikan makanan dan gizi yang cukup. Setelah kita seharian berpuasa maka saatnya untuk memberikan hak bagi tubuh, mulailah dengan makanan yang manis-manis untuk menjaga kesehatan perut. 

Rasanya tidak afdol apabila hanya adabnya saja yang dibahas, bagaimana dengan sikap kita sehari-hari dalam keadaan berpuasa. Perilaku kita sehari-hari yang masih bisa dilakukan pada saat berpuasa adalah:
  • Mandi untuk membersihkan diri dan menyegarkan tubuh. Khusus mandi di kolam atau di sungai tindakan yang harus dihindari adalah tidak sengaja kemasukan air seperti saat menyelam atau kentut di dalam air karena akan membatalkan puasa. 
  • Berkumur-kumur dan memasukan air ke dalam hidung (asal tidak tertelan).
  • Bersiwak
  • Memakai wangi-wangian
  • Bergaul dengan istri dalam batas wajar (tidak melakukan hubungan suami-istri)
  • Terapi bekam dan injeksi pada saat sakit
  • Melakukan olahraga ringan (seperti jalan santai atau joging)


Baca juga:

Untuk mengingkatkan amalan kita pada bulan puasa dianjurkan untuk melaksanakan shalat sunat. Shalat sunat yang dapat kita lakukan diantaranya adalah:
  • Shalat Tasbih, shalat yang dilakukan empat rakaat (jika mampu) setiap hari, seminggu sekali, sebulan sekali, atau setahun sekali. Pelaksanaan shalat ini mengandung 300 tasbih. 
  • Shalat Duha, shalat yang dilakukan pada saat matahari naik yaitu jam 7 - 11 siang. Shalat ini dilakukan dua rakaat atau kelipatannya. 
  • Shalat Tahajud, sholat yang lakukan minimal dua rokaat atau kelipatannya pada sepertiga malam. 
  • Sholat Taubat, shalat yang dilakukan untuk meminta ampunan dari Allah SWT. Shalat ini dilakukan dua rakaan atau kelipatannya. Shalat ini efektif dilakukan pada malam hari sebelum atau setelah Shalat Tahajud. 
  • Shalat Hajat, shalat yang dilakukan karena ada hajat (keinginan) tertentu kepada Allah SWT. Sahalat ini dilakukan dua rakaat, dan kelipatannya. 
  • Shalat Qobliyah, shalat yang dilakukan sebelum melaksanakan shalat fardu. Shalat ini dilakukan dua rakat atau kelipatannya. Shalat Qobliyah dapat dilakukan sebelum shalat fardu lima waktu. 
  • Shalat Baqdiyah, shalat yang dilakukan setelah shalat fardu. Shalat ini dilakukan dua rakaat atau kelipatannya. Shalat Baqdiyah dapat dilakukan setelah shalat Dzuhur, Magrib, dan Isa. 
  • Shalat Tahiyatul Masjid, shalat dua rakaat untuk menghormati masjid. 
  • Shalat Terawih, shalat yang dilakukan setelah shalat isa dan hanya dilakukan pada Bulan Ramadhan. Jumlah rakaat shalat terawih berjumlah 8+3 atau 20+3 rakaat (tiga rakaat ini merupakan shalat witir).
Sudah banyak point-point yang dapat kita persiapkan dan lakukan pada Bulan Ramadhan ini. Tetapkan niat yang kuat, persiapkan segala sesuatu yang terkait dengan puasa, dan lakukan dengan penuh keikhlasan. Semoga kita diberikan rizki yang baik dan umur panjang oleh Allah AWT  sehingga bisa menjalankan ibadah puasa pada Bulan Ramadhan 1439H dengan baik. Aamiin.

Post a Comment for "Menyambut Bulan Ramadhan 1439 H"

Berlangganan