Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Jeli Melihat Akun Sosial Media Menjelang Pilkada dan Pilpres

Saat ini kita tidak terlepas dari internet dan sosial media, sebanyak 24% penduduk Indonesia sudah menggunakan dengan baik internet dan sosial media. Golongan ini tidak hanya dikuasai oleh kalangan menengah ke atas akan tetapi sudah digunakan oleh masyarakat golongan menengah ke bawah yang berada di sub urban.


Penggunaan internet tersebut 15% digunakan untuk smart phone. Sedangkan sisanya digunakan untuk kepentingan lainnya. Penggunaan smart phone ini membawa perubahan yang signifikan salah satunya yaitu memudahkan penyebaran berbagai informasi. Tidak dapat dipungkiri saat ini kita memasuki "Disruption Era" yaitu munculnya informasi dan teknologi yang dapat merubah perilaku masyarakat.

Seperti mata pisau, internet bisa membawa dampak positif dan negatif bergantung kepada Sang Pengguna itu sendiri. Pengetahuan dan pengalaman mereka akan menentukan akibat dagi dirinya sendiri dan lingkungannya. 

Semakin pandai memilah dan memanfaatkan internet dan sosial media ke arah positif, kemungkinan mereka akan menghasilkan sesuatu yang positif. Hal sebaliknya apabila digunakan untuk hal-hal negatif, hasilnya pun kemungkinan besar negatif.

Banyak sekali aplikasi sosial media yang kita kenal saat ini mulai dari Facebook, Twitter, instagram, Path, dan lain-lain. Semuanya punya keunikan tersendiri, namun yang paling banyak digunakan oleh masyarakat seluruh dunia masih dipegang teguh oleh Facebook. 

Melalui aplikasi ini orang saling berhubungan, orang kapung dengan orang kota, teman lama dengan teman baru, orang lokal dengan orang bule, semuanya bisa menjalin hubungan dimanapun dan kapanpun.

Lain halnya dengan Twitter dan Path, semakin hari penggunanya semakin menurun hal ini disebabkan oleh fitur yang cenderung monoton dan hanya terbatas pada orang-orang tertentu saja yang dominan untuk beraktualisasi diri. Trend yang sebaliknya yaitu Instagram, semakin hari semakin meningkat penggunanya. Hal ini disebabkan oleh mudahnya menggunakan, siapapun dapat melihat, mudah untuk follow/unfollow (mengikuti/tidak), seluruh informasi dari berbagai dunia bisa kita lihat.

Sebagai pengguna yang baik tentunya kita harus lebih berhati-hati dalam menggunakan atau berteman dengan akun lain. Saat ini banyak pihak-pihak yang dengan sengaja bertujuan merugikan pihak-pihak tertentu. Hal ini sangat jelas terlihat ketika mendekati Pilkada (Pemilihak Kepala Daerah) atau Pilpres (Pemilihan Presiden). 

Bagaikan jamur dimusim hujan, bertebaran dimana-mana, namanya mengambil nama-nama hebat, bahkan mengatasnamakan golong dan agama tertentu. Alhasil mereka yang kurang jeli melihat akun tersebut kena imbasnya, kena cuci otaknya, bermusuhan dengan saudara, tetangga, dan orang lain yang belum tentu bersalah. Inilah orang yang terperangkap "Jebakan Batman - Adu Domba Sosial Media".

Lantas bagaimana untuk mengantisipasi hal ini agar kita terhindar dari permasalahan tersebut. Hal yang paling mendasar adalah kembali kepada tingkat pemahaman kita pada objek yang kita amati dan kita rasakan. Berikut tips singkat untuk menghindari akun abal-abal sosial media:

  • Penampilan. Fotonya ganteng dan cantik cuy, mentang-mentang kita jomblo atau buaya darat (kata Om Hotman Paris) langsung embat untuk berteman. Setelah sekian lama akun Si Ganteng dan Si Cantik ini berubah menjadi Jualan Online, kan rugi yang jomblo gak dapat jodo yang buaya darat gak dapat mangsa. Kasus ini pada umumnya terjadi pada pengguna sosial media pemula.
  • Isi tulisan, ini merupakan ruh atau gambaran keseluruhan dari akun yang kita lihat. Tulisan atau cuitan sangat menentukan siapa dibelakang dia, target, dan motif yang diinginkan oleh Si Pelaku. Disinilah tingkat pengetahuan dan kedewasaan seseorang sangat berpengaruh terhadap penilaian akun tersebut. Bagi orang cerdas dan berwawasan akan mudah menilai, bagi mereka yang bisa-biasa saja terpaksa harus banyak membaca dan membandingkan referensi satu dengan yang lainnya agar tidak kena "Jebakan Batman". Ujaran kebencian, pornografi, sarkasme, menjelek-jelekan orang lain, keputus asaan, kekerasan dan hal buruk lainnya sebaiknya dihindari sekalipun mengatasnamakan agama, ulama, atau pihak-pihak yang berwenang.
  • Pengikut, lihatlah komentar para pengikutnya seandainya banyak nilai-nilai positif dan berwawasan akun dan pengikutnya dikatakan baik, namun hal sebaliknya jika pengikutnya banyak negatif, tidak berbobot, menyampah ----- hhhmmmm hindari dech. Hati-hati dengan akun yang nyentrik bernuansa politis, harus penasaran pro sama siapa? Berarti apabila Anda memilih akun tersebut, siap-siap menjadi bagian dari mereka atau hanya menjadi mata-mata.
  • Akun Musiman, ada pihak-pihak tertentu yang dengan sengaja membuat akun untuk naik daun, membuat onar, menjatuhkan lawan, atau mendulang uang recehan. Menjelang Pilkada dan Pilpres banyak akun mengenai hal-hal yang sangat pribadi bahkan dilarang sebagai contoh "Balada Cinta XXX", "Partai K*****s Indonesia", "Korupsi XXX", dan lain-lain. Kita jangan mudah percaya, bahkan terjebak pada opini yang mereka ciptakan.
  • Manfaat, menyambung point 2 bahwa sebaik-baiknya memilih sosial media atau berkawan di sosial media yang membawa dampak positif bagi kita dan orang lain. Kita orang yang cengeng, pilihlah akun yang dapat memberikan motivasi; Kita mau jadi pengusaha, pilihlah akun/grup pengusaha yang membahas tips dan triks bisnis. Jangan sebaliknya kita orang stres memilih akun/grup putus asa, ujung-ujungnya galau tingkat dewa...(masih banyak lagi).

Pergunakanlah internet dan sosial media dengan bijak, tentunya menjelang Pilkada dan Pilpres ini akan banyak informasi dan akun sosial media yang mengatasnamakan pihak-pihak atau golongan tertentu, jangan terjebak dengan tulisan yang disajikan sebelum mengetahui benang merahnya. Jangan kena "Jebakan Batman" atau "Diadu Domba" akibat ketidakpahaman kita oleh internet dan sosial media.

Post a Comment for "Jeli Melihat Akun Sosial Media Menjelang Pilkada dan Pilpres"

Berlangganan