Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Umat Islam Harus Terjun dalam Politik Praktis

Tanggal 27 dan 28 Juni 2018 merupakan pesta akbar 5 tahunan untuk memilih wakil-wakil rakyat yang akan duduk menjadi walikota/bupati dan gubernur. Aura kampanye saat ini sudah mulai kita rasakan, berbagai informasi dari TV dan media sosial mengenai kandidat yang diusung oleh partai sudah banyak bertebaran di mana-mana. Di beberapa sudut kota sudah muncul berbagai publikasi seperti poster, spanduk, baliho dan billboard yang dengan sengaja mencuri garis start untuk menjajakan dirinya sebagai selebriti untuk memikat hati masyarakat.

Tanggal 25 Februari 2018 merupakan tanggal resmi untuk melaksanakan kampanye dari masing-masing calon wakil rakyat tersebut. Periode kampanye ini akan diselenggarakan sampai dengan tanggal 25 Juni 2018, sedangkan tanggal 26 Juni 2018 merupakan masa tenang persiapan pemilu.
Pilkada 2018, sumber: www.google.com
Sudah dapat dipastikan para selebriti calon wakil rakyat menggunakan berbagai atribut dan penampilan agar masyarakat yang sudah cinta makin cinta, yang sudah kenal mulai cinta, yang belum tahu menjadi tahu. Mulai dari tampilan perlente, agamis, foto candid saat menyapa wong cilik, foto saat beribadah, dan berbagi foto manis lainnya. Wajar saja ini semua dilakukan untuk menciptakan awareness yang baik di mata masyarakat. Sebagai masyarakat umum yang tidak asing dengan fenomena ini sebaiknya berhati-hati, penampilan dan kata-kata bisa saja berlainan dengan tindakan. Sehingga kita harus tahu persis profil dan track record dari masing-masing kandidat tersebut, jangan sampai salah pilih “membeli kucing dalam karung”, ujung-ujungnya jadi " baperan".

Di jaman now yang serba canggih kita mudah belajar mengenai kiprah partai politik yang ada di Indonesia, walaupun banyak hoax namun kita dapat memilih dan mengambil benang merahnya sehingga dapat mengetahui alur dan tujuan dari masing-masing partai tersebut. Kita jangan terjebak dengan paradigma lama bahwa orang Islam harus menghindari politik, sebaliknya di jaman now ini seharusnya Muslim Indonesia mulai aktif dalam kegiatan politik praktis. Mengapa demikian? Karena penduduk Indonesia mayoritas umat muslim (87,4%). Umat Muslim harus memiliki peran untuk menjaga kedaulatan dan kebutuhan umat itu sendiri, penulis yakin yang akan tahu dan akan memperhatikan Umat Islam sampai ke hal-hal kecil pun adalah mereka orang Muslim.

Penulis berharap tahun 2018 dan kedepannya banyak Para Ulama dan pengusaha muslim yang sudah mulai aktif terjun dalam dunia politik praktis. Politik memang banyakan tantangannya bahkan dikatakan politik itu kotor, politik kotor apabila memang dipegang oleh mereka yang berotak kotor. Akan tetapi politik itu juga akan amanah apabila dipegang oleh orang-orang amanah dan tahu kebutuhan umat itu sendiri. Jangan biarkan politik kotor abadi, mulailah dari orang Islam yang betul-betul bersih, paham terhadap agama, sayang terhadap umat, menjalankan Aqidah Islam, dan melindungi seluruh umat dan golongan di Indonesia (rahmatan lil alamin).

Penulis berharap tahun 2018 dan kedepannya banyak wakil rakyat yang memang berasal dari umat Islam. Umat Islam yang seperti bagaimana? yaitu mereka yang betul-betul dapat memahami kebutuhan umat Islam, jangan sampai status Islam akan tetapi ulama dikriminalisasi dan lebih condong kepada liberalisasi. Semakin banyak mereka yang seperti Tuan Guru Bajang (M. Zainul Majdi), Achmad Heryawan, Irwan Prayitno, dan Abdul Ghani Kasuba.

Bagi umat Islam pilihlah wakil rakyat yang Islam dan betul-betul Islami, karena Agama kita mengajarkan demikian. Kita saat ini di Negara Indonesia yang memiliki penduduk mayoritas Islam, bukan di Eropa atau Amerika yang mayoritas agama mereka non-muslim. Kita sebagai pemilih memiliki amanah untuk memilih wakil rakyat yang amanah, semoga pilihan yang amanah membawa keberkahan kita di dunia dan akhirat. Aamiin.

Post a Comment for "Umat Islam Harus Terjun dalam Politik Praktis"

Berlangganan