Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Ahok untuk Persatuan Islam Indonesia; Donald Trump untuk PersatuanIslam Dunia

Kejadian yang mengguncang dunia internasional saat ini yaitu pernyataan presiden Amerika Donald Trump yang menyatakan bahwa Kota Yerusalem menjadi Ibu Kota Negara Israel secara sepihak. Pernyataan ini otomatis mengundang protes negara-negara Islam termasuk Indonesia. Pimpinan negara yang melontarkan protes paling keras adalah Negara Turki yang dipimpin oleh Presiden Recep Tayyip Erdo─čan, hal yang sama dilakukan oleh negara-negara yang tergabung dalam OKI (Organisasi Konferensi Islam) atau OIC (Organisation of Islamic Cooperation).

Donald Trump; Mindra Purnomo/detikcom
Sejarah menyatakan bahwa negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia tahun 1945 adalah Mesir, namun secara pribadi orang yang mengakui bahwa Indonesia merdeka adalah para ulama Palestina (karena pada waktu itu Palestina belum diakui sebagai negara merdeka) yang disampaikan kepada Presiden Soekarno. Hal ini menandakan bahwa antara Indonesia dan Palestina memiliki ikatan emosional dan rasa persaudaraan yang kuat. Pernyataan Donald Trump di atas telah melukai hati umat Islam di Palestina dan Indonesia, hal ini juga dipertegas oleh keputusan Presiden Jokowi bahwa Indonesia menolak keputusan sepihak Donald Trump.

Seperti yang kita ketahui bahwa kota Yerusalem merupakan kota suci di Palestina yang diakui oleh tiga agama yaitu Islam, Kristen dan Yahudi. Pada tahun 1947 PBB menyatakan bahwa Yerusalem merupakan kota dari Negara Palestina, namun sampai saat ini Israel dan para sekutunya tidak mengakui kemerdekaan Palestina bahkan mereka terang-terangan ingin merebut Yerusalem. Keputusan Donald Trump tersebut membawa angin segar bagi Israel yang diamini oleh Inggris dan Jerman untuk merealisasikan ambisinya merebut Yerusalem dari tangan Palestina sekian lama.

Mengingat sejarah Indonesia satu tahun kebelakang, umat Islam dipersatukan akibat adanya penistaan agama yang dilakukan oleh Ahok. Saat ini pun Penulis rasakan seperti Dejavu tahun 2016 hal yang sama dilakukan oleh Donald Trump. Bukan lagi umat Islam Indonesia yang terketuk hatinya untuk bersatu melawan keangkuhan Israel dan para sekutunya melainkan umat Islam dunia. Hal ini semakin memperkuat tanda-tanda dunia sudah tua mendekati akhir zaman. Salah satu tandanya yaitu umat Islam akan bersatu dan akan berhadapan dengan getirnya perang dunia ke-3 untuk melawan ketidakadilan.

Sebelum terlambat sepatutnya kita mulai sadar harus segera bangkit dan mempersiapkan diri menyongsong akhir zaman untuk mempertahankan keluarga kita dan Agama Islam. Saat ini sudah mulai dibukakan oleh Allah SWT mana yang hak dan mana yang batil, mana lawan yang sesungguhnya mana kawan yang sesungguhnya, kita tinggal memilih posisi kita dan tujuan kita. Mulai dari kasus Ahok, serunya menonton ILC, sampai dengan kasus Donald Trump saat ini yang sedang memanas ---- semuanya semakin terang benderang.

Kita sebagai umat Islam bagian dari saudara kita di Palestina harus bersatu untuk mempersiapkan dan membantu mereka. Jangan terlalu lama menunggu, individu dan pemerintah harus bergerak bersama sesuai dengan porsinya masing-masing. Jangan hanya sekedar mengupdate status di sosial media namun kita mulai bergerak untuk memberikan doa untuk membukakan pintu langit, memberikan sumbangan, dan mempersiapkan diri apabila suatu saat Allah SWT memanggil kita untuk terjun langsung membantu saudara kita di Palestina. Pemerintah sendiri pun saat ini sedang berusaha mencari solusi melalui jalur diplomatik mencari solusi agar permasalahan ini segera dapat diselesaikan.
Kota Yerusalem; REUTERS/Ronen Zvulun
Reuni 212 yang dilaksanakan di Indonesia seminggu yang lalu tidak menutup kemungkinan diikuti oleh pertemuan 212 internasional yang diadakan di Yerusalem berkat ulah Donald Trump. Kita yakin dengan sepenuh hati bahwa semuanya sudah Allah SWT rencanakan, tidak usah panik namun kita harus bersiap diri. Semoga Allah SWT memberikan jalan terbaik bagi umat Islam di Indonesa dan saudara kita di Palestina. Aamiin!

Post a Comment for "Ahok untuk Persatuan Islam Indonesia; Donald Trump untuk PersatuanIslam Dunia"

Berlangganan