Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

Selamatkan Saudara Muslim Rohingya

Ketika kita sedang bersantap hidangan Idul Adha, memajang foto selfie dengan binatang Qurban, memasak menu yang enak, sedang asik bakar-bakaran sate, berkumpul dengan sanak saudara, tertidur lelap, jalan-jalan mengisi liburan panjang bersama keluarga atau kekasih. Hal sebaliknya yang terjadi dengan saudara Muslim Rohingya di Myanmar. Mereka disiksa, diperkosa, dirampas, bahkan dibunuh. "Penak Indonesia Toh, muslim terbesar di dunia namun tidak ada yang terjadi seperti di Myanmar". Pertanyaannya teroris itu siapa? Mana HAM?


Seperti kita tahu dunia membisu, Indonesia pun masih terpaku, hanya segelintir orang dan organisasi yang menyuarakan "Stop Kekerasan di Myanmar, selamatkan Muslim Rohingya" yang lain pada kemana? Begitu juga dengan saudara muslim yang hanya terdiam, melihat gambar dan video yang dianggap hoax sudah saatnya bangkit untuk menyerukan "Stop Kekerasan". 

Jangan diam, karena apabila kita diam seperti pepatah bilang itu merupakan suatu bentuk kesepakatan/persetujuan. Apakah Anda rela dengan kekerasan, rela dengan darah mengalir, rela dengan istilah politik dan ekonomi untuk menindas dan mengambil hak azasi manusia, rela menonton video atau foto (yang dianggap hoax) tubuh manusia yang terbakar dan mayat bergelimpangan, rela saudara-saudara kita tidak bisa lagi sholat dan mengagungkan nama Allah SWT? 

Langkah yang paling efektif untuk mencegah kekerasan tersebut sebagai bagian dari masyarakat dunia, Indonesia dapat memberikan teguran bahkan ultimatum kepada Pemerintah Myanmar. Jangan takut menyuarakan kebenaran, jangan takut untuk dibenci negara lain. Penulis iri ketika orang non muslim meninggal beberapa orang akibat teroris, dunia memanas dan sepakat teroris harus diberantas. Ketika orang muslim yang dibantai jutaan orang, dunia terdiam tidak ada tanda-tanda belasungkawa dan upaya menghentikan teroris yang sangat kejam. 

Apabila pemerintah Indonesia mendengar tangis dan rintih kesakitan dari saudara kita disana, bisa saja memberikan surat teguran kepada Pemerintah Myanmar, atau mengembalikan duta besar Myanmar sebagai bentuk protes atas kekerasan yang terjadi di sana. Sampai saat ini penulis belum mendengar informasi bahwa Indonesia akan membantu menyelesaikan permasalahan yang terjadi di Myanmar. 

Sambil menunggu niat baik dari pemerintah, kita sendiri lah yang dapat bergerak untuk membantu saudara kita yang sedang membutuhkan bantuan. Solusinya adalah berikan bantuan sesuai kemampuan kita, apakah hanya bisa mendoakan, memberikan bantuan/sumbangan, atau bisa menjadi relawan langsung yang bertugas di camp penampungan. Namun penulis yakin yang paling efektif yaitu doa, hasilnya tidak terbatas Allah SWT bisa memberikan apapun yang dibutuhkan bahkan diluar nalar kita.

Mari kita sama-sama mendoakan saudara Muslim Rohingya: "Ya Allah SWT berikanlah jalan terbaik untuk saudara Kami di Myanmar agar terbebas dari kekejaman pemerintah disana, berikanlah kekuatan iman dan Islam sehingga mereka selalu berada dijalanMu, berikanlah keselamatan, kesehatan, rizki yang baik, serta bukakanlah pintu hati para pemimpin dunia dan negara-negara Islam untuk dapat membantu menyelesaikan penderitaan yang dialami selama ini". Aamiin Ya Allah Ya Robalalamin!

Doa akan efektif apabila didukung dengan kegiatan konkret, kita juga dapat memberikan bantuan kepada mereka melalui lembaga-lembaga yang dapat dipercaya, mudah-mudahan kita dapat meringankan dan menjadi solusi permasalahan yang dihadapi oleh mereka. Mari Kita sama-sama bergerak untuk menyuarakan "Tegakan Keadilan di muka bumi".

Post a Comment for "Selamatkan Saudara Muslim Rohingya"