Realisasi Bantuan Indonesia Untuk Rohingya; Biarkan Orang Bicara

Berbagai bantuan dari penjuru duni untuk Rohingya terus mengalir, tidak terkecuali Indonesia mulai dari Ridwan Kamil, Aher, Uang Bobotoh dan Jackmania, Pemerintah Indonesia dan banyak lagi yang tidak dapat disebutkan satu-persatu telah mengirimkan berbagai jenis bantuan sesuai dengan kemampuan masing-masing untuk membantu penderitaan krisis kemanusiaan Rohingya.

Sampai dengan 16 September 2017, sebanyak 54 ton bantuan kemanusiaan dari Indonesia telah sampai di Chittagong dalam enam kali pengiriman, yang diangkut pesawat C-130 TNI AU. Bantuan kemanusiaan tersebut berupa beras sebanyak 30 ton, selimut sebanyak 14.000 buah, makanan siap saji sebanyak 2.004 paket, tenda besar sebanyak 20 unit, tanki air fleksibel sebanyak 10 unit, family kit sejumlah 600 paket, pakaian sebanyak 900 paket, dan satu ton gula pasir. (www.sindonews.com, 16/9/2017)
Bantuan Rohingya, sumber: www.cnnindonesia.com
Pengiriman bantuan ini ditujukan langsung ke camp pengungsian di Bangladesh, kita yang memperjuangkan penyelesaian krisis kemanusiaan ini sedikit bernafas lega. Harapan kita jangka pendek yaitu dapat meringankan beban saudara kita Muslim Rohingya. Jangka panjang, krisis kemanusiaan ini segera diakhiri sehingga saudara Muslim Rohingya memiliki tempat yang layak sebagai warga negara yang dijamin hak dan kewajibannya seperti manusia pada umumnya.

Ini menjadi berita besar bagi seluruh masyarakat Indonesia dan dunia. Aktivis politik, organisasi, dan individu ramai membicarakan berita ini berdasarkan versi masing-masing. Seperti yang kita tahu selalu ada dua versi yang saling melengkapi setiap fenomena yang terjadi, komentar fositif dan negatif. Komentar tersebut tentunya akan ramai sesuai dengan level nilai jualnya, level uang receh tentunya akan hilang ditelan waktu, sedangkan level Uang Dollar ($) apalagi kali-kalinya banyak akan terus hangat bahkan asik untuk diperbincangkan. 

Komentar yang memiliki nilai jual tinggi adalah komentar Politisi Gerindra, Prabowo Subianto. "Kalaupun kita sekarang kirim bantuan (kepada Rohingya), menurut saya itu pencitraan. Kirim bantuan pun tak sampai," ujar Prabowo saat berorasi dalam Aksi Bela Etnis Rohingya 169 di Kawasan Silang Monas Jakarta Pusat, Sabtu (www.liputan6.com, 16/9/2017). 

Mendengar komentar seperti di atas, dengan menggunakan akal yang sehat dan rasional rasanya tidak elok diucapkan oleh Seorang Politisi sekelas Prabowo Subianto. Mengapa? Ini merupakan sesuatu yang urgent dan perlu dengan segera diselesaikan, ini adalah waktu yang tepat untuk membantu. Tujuan utamanya jelas membantu sesama, sedangkan tujuan lain seperti pencitraan, ria, dan drama itu masih bias. 

Apabila hal yang sama dilakukan oleh Prabowo apakah elok juga dibilang hal yang sama? Tentunya tindakan tersebut tidak elok. Kena dech...kita sebagai masyarakat awam atau seorang fanatisme buta akan terjebak dalam kebencian. Setelah muncul kebencian ini, terbuka lah pintu untuk memecah belah masyarakat. Ini akan menyuguhkan tontonan menarik bagi sutradara yang sengaja membuat cerita. 

Seperti film Tom & Jerry, kita akan tertawa puas saat Tom & Jerry saling kejar, saling pukul, saling sikut, saling tendang. Ini adalah pangsa pasar bagi sutradara, karena penonton asik dan nyaman saat menonton. Cerita Tom & Jerry anak terus diproduksi selama masih ada aktor yang menjai Tom dan Jerry. Lain halnya apabila salah satu aktor atau dua-duanya mati, sudah dapat dipastikan film akan Tamat. Apabila dipaksakan untuk terus diproduksi akan ada perubahan judul atau ganti cerita.

Kita kaitkan dengan kondisi masyarakat kita saat ini, cukupkah cerita Tom & Jerry ini sebatas di film kartun di TV. Mari kita akhiri aktor yang menjadi Tom dan Jerry agar tidak diperalat oleh sutradara "politik". Sekalipun informasi itu "digoreng" atau memang apa adanya selayaknya kita mencerna dengan sudut pandang positif. 

Sekalipun tindakan itu merupakan drama atau komentar itu negatif, jangan terbawa arus untuk saling membenci. Selalu berfikir positif dan melihat dari sudut pandang yang lebih dalam. Semoga masyarakat kita tetap solid, bersatu-padu, dewasa dan menjadi bagian masyarakat dunia yang menjungjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan perdamaian.

0 Response to "Realisasi Bantuan Indonesia Untuk Rohingya; Biarkan Orang Bicara"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel