Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Menanti Jawaban Ketidakpastian Muslim Rohingya

Setelah beberapa pekan terakhir banyak sosial media, artikel, berita yang membahas mengenai kekejaman Pemerintah Myanmar, secercah harapan sudah mulai terjawab dari Pemerintah Republik Indonesia. Presiden Joko Widodo telah menginstruksikan staf dan kabinetnya untuk melakukan aksi nyata membantu saudara Muslim Rohingya.


Berdasarkan publikasi media dan Facebook official Presiden Indonesia menyampaikan response atas krisis kemanusiaan yang terjadi di Myanmar, berikut 9 poin penting menanggapi krisis tersebut:

"Saudara-saudara sebangsa dan setanah air. Sehubungan dengan terjadinya aksi kekerasan dan krisis kemanusiaan di Rakhine State di Myanmar, dengan ini saya menyatakan:
  • Menyesalkan aksi kekerasan yang terjadi di Rakhine State, Myanmar.
  • Perlu sebuah aksi nyata, bukan hanya pernyataan kecaman-kecaman. Pemerintah berkomitmen terus untuk membantu mengatasi krisis kemanusiaan, bersinergi dengan kekuatan masyarakat sipil di Indonesia dan juga masyarakat internasional. 
  • Saya telah menugaskan Menteri Luar Negeri Republik Indonesia menjalin komunikasi intensif dengan berbagai pihak termasuk Sekretaris Jenderal PBB Bapak Antonio Guterres dan Komisi Penasihat Khusus Untuk Rakhine State, Bapak Kofi Annan.
  • Dan sore tadi Menteri Luar Negeri telah berangkat ke Myanmar, untuk meminta pemerintah Myanmar agar menghentikan dan mencegah kekerasan, agar memberikan perlindungan kepada semua warga termasuk muslim di Myanmar, dan agar memberikan akses bantuan kemanusiaan.
  • Untuk penanganan kemanusiaan aspek konflik tersebut, pemerintah telah mengirim bantuan makanan dan obat-obatan. Ini di bulan Januari dan Februari sebanyak 10 kontainer. 
  • Pemerintah Indonesia juga telah membangun sekolah di Rakhine State dan segera akan membangun rumah sakit yang akan dimulai bulan Oktober yang akan datang di Rakhine State.
  • Indonesia juga telah menampung pengungsi dan memberikan bantuan yang terbaik.
  • Saya juga menugaskan Menteri Luar Negeri untuk terbang ke Dhaka, di Bangladesh, dalam rangka menyiapkan bantuan kemanusiaan yang diperlukan pengungsi-pengungsi yang berada di Bangladesh. Kita harapkan minggu ini kita akan mengirim lagi bantuan makanan dan obat-obatan.
  • Sekali lagi, kekerasan, krisis kemanusiaan ini, harus segera dihentikan.
Terima kasih". Sumber: Foto: Facebook Presiden Joko Widodo, 3 September 2017

Ini merupakan angin segar bagi kita warga negara Indonesia sebagai bagian dari masyarakat dunia, menginginkan krisis dan kekerasan tersebut segera diselesaikan. Namun tindakan ini tidak serta-merta kita serahkan kepada pemerintah, melainkan harus didukung dengan tindakan nyata dari masing-masing individu. 

Seperti tulisan sebelumnya, tindakan nyata dari individu adalah senantiasa mendoakan terus saudara kita disana, memberikan bantuan semampu kita melalui lembaga yang dapat dipercaya, dan mendukung kebijakan pemerintah yang sudah berisiatif untuk membantu mereka. 

Harapan besar kita untuk Etnis Rohingya yaitu mereka mendapatkan hak dan kewajiban sebagai warga negara yang diakui oleh Myanmar dan Dunia. Hal ini akan terwujud apabila semua pihak bergerak dan mendukung perdamaian tersebut. Penulis merekomendasikan langkah-langkah konkret yang dapat ditempuh untuk menyelesaikan permasalahan tersebut, yaitu:
  • PBB sebagai badan yang berwenang untuk mengatasi masalah perdamaian, melakukan teguran bahkan sanksi terhadap Pemerintah Myanmar yang telah menciptakan krisis kemanusiaan.
  • Negara-negara Islam bekerjasama untuk membantu Etnis Rohingya baik dari sisi materil maupun moril.
  • Penetapan status warga negara Etnis Rohingya sebagai warga negara Myanmar baik secara de facto maupun de jure. Isu ekonomi dan kekayaan alam yang terkandung di wilayah Etnis Rohingya harus diselesaikan dengan jelas.
  • Nobel Perdamaian yang selama ini dipegang oleh Aung San Suu Kyi sebaiknya dicabut, ini sebagai bentuk tindakan objektif terhadap perdamaian yang sesungguhnya. Dimana Aung San Suu Kyi telah menodai arti penting nobel perdamaian tersebut. 
  • Diperlukan pasukan penjaga perdamaian yang bertugas selama proses perdamaian berlangsung agar tidak terjadi korban jiwa yang lebih banyak.

Semoga niat baik dari Pemerintah dan kita sesama Umat Islam untuk menyelesaikan krisis kemanusiaan di Myanmar segera membuahkan hasil. Sehingga saudara kita di sana mendapatkan kehidupan yang layak dan kembali dapat melaksanakan Ibadahnya dengan tenang. Aamiin.

2 comments for "Menanti Jawaban Ketidakpastian Muslim Rohingya"

  1. Aamiin mantap.. semoga fitnah ini segera berakhir dan ada jalan keluar dengan tampilnya pemimpin muslim dunia seperti erdogan..

    ReplyDelete
  2. Aamiin...apalagi sekarang dengan status Amerika yang mengclaim Yerusalem Ibu Kota Israel, Islam harus bersatu memperjuangkannya

    ReplyDelete

Berlangganan