Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Mengapa Anak Kita Sakit Saat Liburan

Liburan merupakan hal yang menyenangkan bagi setiap orang. Mereka yang berlibur tentunya mempersiapkan diri untuk mengisi hari-hari liburan tersebut dengan kegiatan yang menyenangkan. Hari libur seperti yang telah kita lewati kemarin (liburan Idul Fitri) selain liburnya cukup panjang juga bagi Orang Islam yang jauh dari kampung halaman bisa dijadikan ritual untuk melaksanakan mudik kepada sanak keluarga.

Hal yang paling umum dilakukan oleh kebanyakan orang yaitu jalan-jalan, liburan ke tempat wisata (untuk orang yang mampu bisa dimanfaatkan untuk berlibur ke luar negeri), berkunjung ke rumah saudara atau diisi dengan kegiatan positif lainnya (seperti kursus, kegiatan organisasi, dan keterampilan).
Saat mudik di kampung - Cianjur Jawa Barat
Sisi lain hal yang sulit diterima yaitu saatnya kita menikmati kebahagiaan liburan tetapi salah satu anggota keluarga kita (anak kita) sakit. Kita yakin bahwa segala sesuatu atas izin Allah SWT akan tetapi beberapa faktor disebabkan oleh kelalaian kita juga. Keluarga atau orang tua mengisi kegiatan liburan mungkin kurang persiapan atau mengabaikan kesiapan keluarga. Mungkin saja ada anggota keluarga (anak) yang kurang siap baik fisik maupun mentalnya untuk kegiatan liburan tersebut.

Apabila hal tersebut terjadi kita harus siap dengan resiko liburannya kurang berkesan bahkan bisa saja dihadapkan dengan orang sakit. Berikut di bawah ini beberapa faktor yang menyebabkan anak atau anggota keluarga kita sakit pada saat liburan, diantaranya adalah:
  • Keluarga atau orang tua terlalu mengejar target liburan. Semua senang dengan liburan sehingga fokus utama yaitu bagaimana terget kegiatan liburan ini tercapai dengan baik, sebagian orang tua mengabaikan kondisi kesehatan atau daya tahan anak. Liburannya asik, sedangkan kesehatan anak menurun bahkan sakit keras akibat kecapean.
  • Kurangnya persiapan. Mungkin karena suatu hal apakah itu sibuk atau memang lalai, liburannya tergesa-gesa atau tidak ada planning yang jelas. Sehingga apa yang dipikirkan itulah yang dijalankan. Akhirnya banyak yang tidak siap, perlengkapan tertinggal, obat-obatan tertinggal, pakaian kurang, dll.
  • Perubahan cuaca/alam. Berkunjung ke tempat yang berbeda iklim atau suhu udaranya, tentu kondisi ini memerlukan adaptasi. Apabila masa adaptasi tubuh dipaksakan untuk melakukan berbagai aktivitas resikonya adalah masalah kesehatan.
  • Fisik lemah. Apabila tubuh dalam kondisi sakit, lemah, atau cacat akan menghambat jadwal liburan. Apabila dipaksakan untuk liburan tanpa mengabaikan kondisi fisik tersebut, anda harus bersiap-siap dengan resiko gangguan kesehatan.
  • Masalah Psikis. Ini yang paling sering terjadi pada generasi muda (ABG), mereka sudah memiliki jadwal dan kegiatan bersama teman-temannya (peer). Ketika dihadapkan dengan acara liburan orang tua (yang dianggap kurang sesuai dengan mereka) tentunya akan mempengaruhi kondisi psikis mereka, bahkan orang tua mungkin akan bersusah-payah membujuknya.

Setelah kita mengetahui sebagian besar permasalahan tersebut disesabkan oleh kita (keluarga atau orang tua) maka langkah-langkah yang dapat kita antisipasi untuk mendapatkan liburan yang menyenangkan dan seluruh anggota keluarga sehat wal afiat diantaranya adalah:
  • Planning yang matang dan paham dengan kondisi keluarga. Satu kata jangan mengedepankan EGO, aturlah planning liburan dengan baik dan secara terbuka kepada seluruh anggota keluarga. Apabila mempunyai anak kecil, sesuaikan jadwal kita dengan kondisi mereka.
  • Persiapan yang matang. Sebaiknya keluarga membahasnya jauh-jauh hari dan libatkan seluruh anggota keluarga. Bahkan kalau perlu dibentuk panitia kecil-kecilan akan lebih baik. Persiapkan mulai dari keuangan, pakaian, obat-obatan, perlengkapan dan oleh-oleh yang akan dibawa. H-1 liburan semuanya harus sudah lengkap dan sudah dikemas dengan baik.
  • Jaga kesehatan. Sebaiknya jangan terlalu cape sebelum liburan dimulai, hindari kegiatan yang dapat mengurangi kebugaran tubuh, makan dan minum harus dijaga dengan baik, dan tentunya kita perkuat ibadah dan doanya agar kita selamat dan diberikan kelancaran.
  • Saling memahami. Kita tidak dapat memaksakan jadwal atau kegiatan kepada seluruh keluarga. Kita ambil hal-hal utama atau yang penting-pentingnya saja untuk diikuti oleh seluruh keluarga, apabila sebagian merasa keberatan atau punya jadwal lain. Kita lapangkan dada memberikan izin (khususnya bagi anak muda) selama itu tidak berdampak negatif.

Selamat beraktifitas kembali, bagi keluarga yang mendapatkan liburan menyenangkan dan berkesan selayaknya bersyukur bahwa anda sudah mempersiapkan dan mendapatkan rizki yang baik dari Allah SWT. Sedangkan untuk anda yang sedang/telah diuji dengan anggota keluarga atau anaknya sakit sebaiknya bersabar dan untuk liburan kedepannya lebih dipersiapkan lagi dengan matang berbagai kemungkinan di atas.

Post a Comment for "Mengapa Anak Kita Sakit Saat Liburan"

Berlangganan