Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Halo Haters

Dunia terasa indah karena ada pasangan (perbedaan). Ada siang ada malam, ada kebahagiaan ada kesedihan, ada keberhasilan - ada kegagalan, dll. Begitu juga perkembangan dunia informasi saat ini, banyak sosial media yang menampilkan fenomena suka dan tidak suka (lovers dan haters).

Seperti yang kita ketahui pengertian secara sempit para lovers merupakan orang-orang yang menyukai/mencintai atau mendukung figure atau tujuan tertentu. Sedangkan haters merupakan kebalikan dari lovers yaitu mereka yang tidak suka/membenci atau bersebrangan dengan figure atau tujuan tertentu.

Lovers dan haters ini ada dimana-mana loh, namun akan nampak jelas di sosial media ketika membahas masalah politik. Berbagai fenomena akan nampak jelas, apakah itu benar-benar fakta atau hanya Hoax yang dimunculkan untuk saling memperkuat masing-masing kubu. Selain itu munculnya lovers dan haters akibat perkembangan zaman yang menyebabkan manusia semakin individualis sehingga semakin kuat tingkat egonya.

Sigmund Freud mengatakan bahwa mereka yang menjadi pembenci (haters) merupakan orang-orang yang membenci dirinya akibat adanya suatu kekurang sifat atau organ tubuh. Kalau saya lebih setuju kepada faktor sifat (psikologisnya), hal ini karena kita (khsusnya saya) sudah jauh dari agama sehingga hati-nurani kita terkunci kepada kebaikan dan perbedaan.
Foto: Haters, www.helpfortheheart.wordpress.com
Sedikit mengulas para haters politik, satu kata untuk mereka yang termakan oleh kampanye tolong "Move On". Kita semua tahu bahwa tidak ada yang abadi dalam politik kecuali tujuan yang ingin dicapai (kekuasaan). Kalau kita tidak move on apapun dapat menjadi korbankan seperti saudara, tetangga, kawan, bahkan keyakinan.

Solusi untuk move on yaitu kita ikhlas. Bagi mereka yang meyakini Qodo dan Qadar akan sadar bahwa segala sesuau ada yang mengatur yaitu Tuhan YME. Ketika pilihan kita berhasil menang, kita bersykukur dan tidak sombong. Ketika pilihan kita kalah, kita harus bersabar dan menerima dengan lapang dada hasil tersebut karena semata-mata hasil tersebut adalah hasil terbaik dari Tuhan untuk kita.

Seperti kita ketahui saat ini banyak sekali haters yang memojokan para ulama dan budaya ke Arab-Araban. Bahkan dari mereka ada yang menyebutnya dengan Onta lah...harus pindah ke Arab lah, dll. Mengaku golongannya lebih baik dari golongan yang lain, terlalu berlebihan menganggap daerahnya terbebas dari bencana, dan masih banyak lagi. Ingat ketika manusia telah melewati batas bahkan cenderung sombong, mereka akan dihadapkan dengan ujian.

Sebagai contoh bagi mereka yang terlalu bangga dan berlebihan tentang Jakarta bebas banjir, eh akhirnya diuji dengan banjir. Yang teriak ke Arab-Araban dan bilang Onta, eh akhirnya Sang Raja Arab datang. Apakah ini dapat menyelesaikan atau membuat sadar para Haters? Belum tentu juga, saya pikir selama tidak ada kesadaran dalam diri mereka (move on) tidak akan berhasil. Bahkan akan muncul alasan-alasan lain yang bertujuan untuk menutup atau menguatkan pendiriannya.

Dapat kita ambil hikmahnya bahwa kita harus dewasa dalam menghadapi segala sesuatu, harus "move on" apabila harapan tidak sesuai dengan realita, segala sesuatu yang melewati batas/sombong akan dihadapkan dengan ujian. Semoga kita merupakan orang yang tidak sombong dan melewati batas. Apabila memang saya sendiri menjadi orang yang sombong atau melewati batas, saya siap untuk diingatkan dan siap untuk menjadi lebih baik lagi. Semoga Allah SWT merihdoi usaha kita, aamiin.

Post a Comment for "Halo Haters"

Berlangganan