Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Menyambut Ramadhan 1438H

Tidak terasa 3 bulan lagi umat Muslim akan menyambut bulan penuh berkah yaitu Bulan Ramadhan 1438H yang diperkirakan akan jatuh pada bulan Juni 2017. Inilah bulan yang ditunggu-tunggu oleh Umat Muslim untuk mendapatkan kekuatan Iman, Islam, keberkahan dan ampunan Allah SWT dan sesama manusia (hablumminallah - hablumminannas).

Kita menjalankan kehidupan selama setahun apabila diibaratkan dengan balapan Formula 1 (F1), kita melaju dengan kecepatan untuk mendapatkan posisi terbaik yaitu kemaslahatan dunia dan akhirat. Mobil F1 dipacu dari garis start dengan kecepatan tinggi, kadang berbelok ke kanan - kekiri, menanjak - menurun, rem untuk menghindari tabrakan, gas untuk menghindar kejaran lawan, dan suatu waktu harus berhenti sementara untuk mengisi BBM/memperbaiki kondisi mobil di Pit Stop.
Foto: Ramadhan, www.tongkronganislami.net
Berpuasa adalah Pit Stop nya kehidupan. Apakah hanya berlaku bagi manusia saja? Tidak, seluruh mahluk Tuhan melakukan puasa pada saat tertentu. Contoh, ayam betina dia akan berhenti makan/minum pada saat mengerami telurnya. Ikan Lungfish (di Afrika) dia akan hibernasi pada saat musim kering, pohon Mahoni dan Karet dia akan berhenti berfotosintesis dengan menggugurkan daunnya pada saat musim kemarau. Bahkan Setan/Jin sekalipun akan bertenti mengganggu manusia pada Bulan Ramadhan.

Dr. Widodo Judarwanto Sp. A menjelaskan betapa besarnya manfaat (mukjizat) yang diperoleh dari Puasa Ramadhan. Apabila dijalankan dengan baik akan berpengaruh terhadap kesehatan kita seperti jantung, paru, hati, ginjal, mata, profil endokrin, hematologi dan fungsi neuropsikiatri. Mukjizat tersebut diantaranya yaitu:
  • Keseimbangan anabolisme dan katabolisme: yaitu keseimbangan asam amino, peremajaan sel, menyeimbangkan kadar glukosa dalam darah.
  • Tidak menyebabkan pengasaman dalam darah: zat keton dalam darah akan diseimbangkan oleh kondisi asam amino (pada point 1).
  • Menstabilkan sel darah merah: bagi orang yang berpuasa konsentrasi hemoglobin (MCH, MCHC) akan stabil selayaknya orang yang tidak berpuasa.
  • Tidak mempengaruhi penderita diabetes type 2: kadar protein gula, protein glikosilat dan hemoglobin glikosilat orang penderita diabetes stabil pada saat berpuasa, khusus orang penderita diabetes lainnya untuk berpuasa harap dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter ahli.
  • Tidak mempengaruhi ibu yang sedang hamil dan menyusui.
  • Tidak mempengaruhi janin dalam kandungan.
  • Penurunan glukosa dan berat badan.
  • Pengaruh pada fungsi kelenjar gondok, dengan beruasa akan semakin mengecil.
  • Pengaruh pada hormon virgisteron.
  • Baik untuk kesehatan jantung: berpuasa dapat menurunkan LDL berpengaruh terhadap ritme penurunan distribusi sirkadian dari suhu tubuh, hormon kortisol, melatonin dan glisemia sehingga jantungnya lebih kuat.
  • Memperbaiki dan merestorasi fungsi dan kinerja sel (seperti point 1)
  • Efektif meningkatkan konsentrasi urin dalam ginjal serta meningkatkan kekuatan osmosis urin.
  • Berpuasa dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh: terjadi peningkatan limfosit hingga 10 kali lipat sehingga mempengaruhi daya tahan tubuh.
  • Penurunan berbagai hormon salah satu rahasia hidup jangka panjang: hal ini diakibatkan oleh penurunan hormon pencernaan dan hormon insulin.
  • Membantu meningkatkan pembentukan sperma.
  • Bermanfaat untuk penderita radang persendian (encok) atau rematoid arthritis.
  • Memperbaiki hormon testoteron dan performa seksual.
  • Memperbaiki kondisi mental secara bermakna.
  • Peningkatan komunikasi psikososial baik dengan Allah SWT dan sesama manusia.
  • Dapat menurunkan adrenalin.

Tanpa kita sadari banyak sekali manfaatnya yang kita dapatkan apabila menjalankan puasa dengan baik dan benar. Setelah melewati Pit Stop (puasa), kita akan memiliki performa yang maksimal untuk melanjutkan balapan kehidupan selanjutnya sebelum mencapai garis Finish (kematian).

Puasa selama sebulan penuh memang cukup berat khsusnya bagi mereka yang baru belajar atau mereka yang tidak ikhlas. Allah SWT memberikan pahala yang besar bagi mereka yang menjalankan puasa sunnah sebagai persiapan/belajar menghadapi puasa wajib (Puasa Ramadhan). Nabi Muhammad SAW bersabda, "Bagi segala sesuatu itu ada zakatnya, dan zakat tubuh itu adalah puasa". Zakat tubuh tidak harus ditunggu setahun sekali, melainkan dapat dicicil harian, mingguan, atau tahunan.

Berikut puasa sunnah (tathawu') yang dapat kita lakukan sebagai persiapan untuk menghadapi puasa wajib (Ramadhan), yaitu:
  • Puasa Senin dan Kamis sebagaimana yang sering dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW.(HR. Abu Dawud Usamah biz Zaid ra).
  • Puasa 3 hari setiap tengah bulan, yakni tanggal 13, 14, 15 bulan Qomariyah (kalender umat Muslim). (HR. Tirmidzi dari Abu Dzar Al-Ghifari ra).
  • Puasa hari Asyura (10 Muharram), hal ini dilakukan untuk memuliakan Nabi Musa AS dianjurkan untuk memulainya pada hari ke sembilan selama 3 hari (tanggal 9, 10, 11). (HR. Muslim dan Abu Dawud dari Ibnu Abbas ra.).
  • Puasa bulan Sya'ban, dilakukan selama 1-2 hari dan lebih baik dilakukan sebulan sehingga bersambung dengan Puasa Ramadhan. (HR. Tirmidzi).
  • Puasa bulan Syawal, dilakukan selama 6 hari dilakukan minimal tanggal 2 Syawal.
  • Puasa hari Arfah (tanggal 9 Dzulhijjah) bagi mereka yang tidak mengerjakan Haji.
  • Puasa Nabi Daud AS, dilakukan sehari berpuasa sehari tidak (selang-seling sehari). Puasa ini dapat dilakukan sepanjang waktu, dimana puasa ini merupakan puasa sunnah terbaik. (HR. Bukhari dan Muslim).

Mari kita menyambut Bulan Ramadhan 1438H dengan berbahagia dan melaksa akan puasa sunnah sebagai pembiasaan dalam kehidupan. Jika Allah SWT menghendaki kita semua dapat melewatinya dengan baik bahkan Bulan Ramadhan selanjutnya, namun jika Allah SWT berkata lain ajal kita tidak sampai Bulan Ramadhan ini minimalnya kita sudah menjalankan amalan sunnah sebagai bekal pertanggungjawaban di akhirat nanti. Wallahu A'lam Bishawab.

Post a Comment for "Menyambut Ramadhan 1438H"

Berlangganan