Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Sabtu Berkah

Hari ini seperti Sabtu libur sebelumnya, rutinitas mengantarkan anak-anak ke sekolah. Kebetulan hari ini ada kegiatan Porseni, anak Saya sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut. Saya hanya menunggu saja di pinggir lapangan, anak saya mengikuti lomba lari --- Dia berlari begitu semangat sambil sibuk mengusap hidung yang beringus seperi Apollo a11 (memang saat ini Medan lagi musim hujan), tidak apa-apa lah yang penting happy.
Be Happy, sumber: www.psycologis.com
Saya yang hanya menyaksikannya pun ikut bersemangat dan senang sekali. Sambil teriak...ayo...semangat. Anak Saya terus berlari sambil terus mengusap hidung. Dalam hati kalah-menang urusan nanti yang penting prosesnya Kamu ikuti dengan baik. Inilah waktu yang baik bersama istri dan anak-anak.

Sambil menunggu pengumuman hasil lomba, saya jadi mikir sendiri --- sampai kapan Saya bisa seperti ini? Hari esok, lusa, sebulan kedepan, setahun kedapan? --- tentunya semua itu rahasia Allah SWT. Yang pasti saya berfikir positif dan tetap bersemangat semoga Allah SWT dapat memberikan rizki dan nikmatNya kepada Saya sampai se-usia Nabi Muhammad SAW, meninggal dalam keadaan beriman, dan tidak merepotkan orang lain (menginggal dalam keadaan sehat)...aamiin.

Jujur saja Saya banyak dosa dan mau lebih baik lagi dong (mudah-mudahan gak terlambat ya...hehe). Setiap orang punya latar belakang yang berbeda dan pernah melakukan kesalahan. Tapi itu semata-mata untuk Kita ambil hikmah dan memperbaikinya (khusus bagi mereka yang berfikir dan mempercayai adanya perhitungan).

Dari beberapa sumber saya simpulkan ada 10 points tahapan untuk memperbaiki diri. Langkah-langkat tersebut adalah sebagai berikut:
  • Mulai meninggalkan hal-hal negatif dan mubadzir, mulailah untuk bisa Tawadhu (rendah hati) untuk menghadapi setiap hal baik yang kecil maupun besar.
  • Selalu berdoa dan meminta ampunan atas kesalahan dan tindakan negatif yang pernah Kita lakukan.
  • Lakukanlah segala sesuatu dengan ikhlas dan selalu berorientasi kepada hal-hal positif, tidak berdasarkan pamrih atau politik/strategi tertentu untuk mendapatkan keuntungan pribadi atau golongan.
  • Menerima dengan ikhlas hasil yang didapatkan (Qanaah), semata-mata hasil tersebut adalah yang sebaik-baiknya untuk Kita berdasarkan posisi/kadar/level Kita saat ini. Apabila menginginkan yang lebih baik/tinggi lagi, maka tinggkatkanlah usaha dan kualitas dirinya.
  • Belajar ber-Taqwa (menjalankan kehidupan sesuai dengan tuntunan Allah SWT) dan norma-norma yang berlaku.
  • Kuatkanlah dinding pembatas dengan rasa Malu. Rasa malu ini kaitannya dengan sikap untuk dapat mengontrol diri pribadi.
  • Belajar ber-Mahabbah yaitu mencintai hal-hal positif (bermanfaat) dan meninggalkan hal-hal negatif (mubadzir/merugikan).
  • Bersyukur, merupakan salah satu kunci kebahagiaan. Orang-orang yang dapat bersyukur ini merupakan orang-orang bahagia, karena apabila dia mendapatkan suatu rizki/kebahagiaan dia akan bersyukur/berterimakasih kepada Allah SWT dan tidak sombong; sedangkan apabila ditimpa cobaan/bencana dia akan tawakal, dapat mengambil hikmah, dan senantiasa dia berserah diri kepada Allah SWT.
  • Sederhana, merupakan salah satu kunci ketenangan. Sederhana disini yaitu menyesuaikan segala sesuatu sesuai dengan kemampuan (tidak berlebihan). Karena bagi orang yang sudah faham, seseorang yang baik tidak dinilai dari bungkus (cover) melainkan mindset dan etika.
Mempergunakan pujian untuk menyatakan hal-hal yang positif, bermanfaat, dan memotivasi. Namun hati-hati dengan pujian, karena pujian dapat menjadi umpan yang didalamnya terdapat pancingan, untuk menjerumuskan atau memuluskan tujuan tertentu.

Setelah merenungkan 10 points di atas, hmmm --- kalau sebatas teori tentunya mudah. Sekarang tinggal mempraktekannya bagi yang mau ya. Cukup dalam hati ayo lingkari points mana yang sudah dilakukan --- "seperti yang sedang viral sekarang "Cinta Indonesia" menandai pernah singgah atau pernah menetap di propinsi se-Indonesia". Selamat berakhir pekan, jangan lupa bahagia...hehehe.

Post a Comment for "Sabtu Berkah"

Berlangganan