Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Perilaku (Ahlak)

"Kesan pertama begitu menggoda, selanjutnya terserah anda". Yes itu tagline iklan Axe, itu lah realita dalam kehidupan kita. Penampilan dapat mewakili kepribadian, namun sebaliknya kepribadian (ahlak) yang baik tidak selalu dapat dinilai melalui penampilan.

Berbicara penampilan, sebaik-baiknya penampilan yaitu bersih dan rapi. Bukan harus menggunakan pakaian atau accessories yang mahal dan branded. Begitu juga perilaku, sebaik-baiknya perilaku adalah yang berlandaskan pada etika norma (agama, kesusilaan, kesopanan, dan hukum).
Foto: http://nareshlamgade.com/
Banyak orang yang sengaja berkamuplase untuk tujuan tertentu. Tentunya hal ini juga pernah rekan-rekan lakukan untuk menggaet pasangan anda atau meyakinkan client di kantor. Tidak jadi masalah apabila tujuannya untuk hal positif dan tidak merugikan.

Kita harus hati-hati dengan perilaku dan penampilan pertama, apabila kita kurang faham dan dewasa menanggapinya akan terjebak dengan subjektifitas. Apalagi saat ini kita telah dirusak oleh pencemaran informasi (hoax), sehingga apabila dangkal pengetahuan dan ilmunya akan menyebabkan perpecahan di lingkungan keluarga, sahabat, masyrarakat, bahkan negara.

Saya menemukan point-point penting mengenai perilaku (akhlak) menurut Syamsul Rijal Hamid. Terdapat 2 sisi yang dimiliki oleh masing-masing manusia, saat ini sisi mana yang lebih dominan yaitu perilaku terpuji dan tidak terpuji. Di bawah ini saya akan menuliskan masing-masing perilaku tersebut sebagai catatan dan evaluasi terhadap diri kita.

Perilaku (akhlak) terpuji yang wajib dipertahankan:
  • Menahan amarah (kazhmu al-ghaizh), menahan emosi agar tidak marah kepada orang lain yang tidak sesuai dengan situasi yang kita inginkan.
  • Sopan santun (al-hilmu), sikap lemah lebut kepada orang lain, baik melalui perkataan maupun perbuatan.
  • Rasa sayang atau belas kasihan (al-shafaqah), sifat untuk senantiasa berbuat baik dan menyantuni orang lain.
  • Rasa persaudaraan (al-ikha), sifat untuk selalu berhubungan baik atau bersatu dengan orang lain.
  • Memberi nasihat (an-nasihah), berupaya memberi petunjuk yang baik kepada sesamanya.
  • Memberi pertolongan (an-nashru), membantu orang lain yang sedang mengalami kesulitan.
  • Pemaaf (al-afwu), dapat memaafkan kesalahan atau kezaliman orang lain kepada kita.

Perilaku (akhlak) tidak terpuji yang wajib dihindari:
  • Kikir (al-bukhlu), tidak mau memberikan harta atau jasa kepada orang lain yang sedang membutuhkan.
  • Dengki atau iri hati (al-hasadu), sikap yang selalu menginginkan hilangnya kenikmatan dan kebahagiaan yang dimiliki orang lain.
  • Mudah marah (al-ghadhab), kondisi emosi yang mudah meledak dan tidak dapat ditahan oleh kesadarannya.
  • Mengadu domba (an-namimah), menyampaikan perkataan atau informasi kepada orang lain dengan maksud merusak hubungan atau ketentraman keduanya.
  • Mengumpat (al-ghibah), membicarakan kekurangan atau aib orang lain.
  • Congkak (al-ash'ar), perilaku menyombongkan diri, baik melalui perkataan maupun perbuatan.
  • Berbuat zalim (al-zhulmu), perbuatan yang disengaja untuk menyakiti atau merugikan orang lain.

Ayo sama-sama evaluasi perilaku kita saat ini didominasi oleh akhlak yang mana?. Semoga kita semua memiliki akhlak terpuji, dan dapat menghindari perilaku (ahlak) yang tidak terpuji. Kita ketahui bahwa Bumi saat ini sudah tua, mendekati kiamat sehingga hal-hal negatif cenderung lebih dominan untuk menguji tingkat keimanan dan ketaqwaan kita.

Post a Comment for "Perilaku (Ahlak)"

Berlangganan