Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Antara Aku, Kamu, dan Hoax

"Peringatan Sosial Media dan Media Massa yang tidak kredibel dapat menyebabkan penyakit hati, gangguan pikiran, persahabatan, kekeluargaan dan lari dari kenyataan". Mungkin itu tambahan dari Saya untuk melengkapi regulasi UU ITE.

Perkembangan zaman semakin canggih, setiap orang saat ini dapat mengakses Social Media dan Media Massa (Surat Kabar, TV, dan Radio) tanpa batas. Seiring dengan waktu tingkat kepercayaan masyarakat Indonesia semakin merosot. Survey Edelman, tahun 2012 sebesar 88% sedangkan 2016 sebesar 62%.

Penurunan ini terkait dengan validitas data/informasi yang dimuat diterbitkan. Masih banyak Media dan orang tertentu dengan sengaja menggoreng informasi dan menyebarkan Hoax (berita tidak benar). Memang sih gorengan dan bumbu itu bikin enak, ketagihan, dan memiliki pasar yang menjanjikan.

Ilustrasi Hoax, sumber: www.kompastv.com
Teringat zaman melajang dulu, untuk memikat Si Doi --- Saya sendiri meracik bumbu dan menghembuskan angin-angin surga kepadanya. Sehingga setelah terbuai, Si Doi masuk ke jebakan Betmen Saya. Si A, B, C itu lah sejarah, akhirnya menemukan Si Doi yang "IMUN" terhadap gombal Saya, ya itulah Istri Saya saat ini.

Begitu juga dengan Kita saat ini, diperlukan orang-orang yang "IMUN" terhadap Social Media dan Media Massa sehingga mampu memfilter data/informasi mana yang layak diterima atau dibuang jauh-jauh. Kalau tidak imun siap-siap Anda terjangkit penyakit di atas tadi.

Sekedar mengingatkan saja, dibawah ini beberapa tips untuk menciptakan imun terhadap globalisasi informasi:
  • Fahami isi dari informasi yang ditampilkan, tarik benang merahnya (tendensinya), setelah itu bandingkan dengan sumber yang berbeda. Sebaiknya informasi tersebut dibandingkan dengan situs resmi dari pemerintah seperti Antara News.
  • Jangan latah dan hindari informasi/berita dari sumber-sumber yang kurang valid. Contohnya informasi dari FB ada "Batu Melayang", dikatakan apa-apa yang tidak tepat dan dishare kemana-mana. Padahal batu ini murni hasil karya arsitek yang ditempatkan di Bandara Kairo.
  • Sharing dan diskusi dengan teman yang memiliki informasi lengkap dan layak Kita tanya.
  • Pergunakan search engine "Kang Google", tentunya informasi yang didapatkan semakin banyak.
  • Berbicara Google nich, cara mencari data atau informasi yang spesifik dapat menggunakan tanda petik ("") seperti ini nich: "Kodok Hijau" ....heheh tentu hasilnya lebih OK.
Terkait dengan point no.3 di atas dari dulu sampai sekarang tipe manusia itu ada 4. Al Khalid bin Ahmad (dalam Syamsul Rijal Hamid) menjelaskan sebagai berikut:
  • Orang yang tahu dan menyadari bahwa ia tahu, mereka merupakan orang yang berilmu (alim). Sebaiknya Kita bertanya dan belajar banyak darinya.
  • Orang yang tahu tetapi tidak menyadarinya bahwa ia tahu, ia seorang pelupa. Kita dapat mengingatkan dan bertanya kepadanya.
  • Orang yang tidak tahu dan menyadari bahwa ia tidak tahu. Kewajiban Kita untuk membimbingnya.
  • Orang yang tidak tahu tetapi ia tidak menyadari bahwa ia tidak tahu. Orang ini merupakan orang bodoh. Sebaiknya Kita menghindarinya karena diberikan bimbinganpun tidak akan diterimanya.
Seperti tipe manakah Kita saat ini, mudah-mudahan bukan kelompok orang yang kurang beruntung, banyak penyakit psikis yang diderita akibat globalisasi informasi.

Post a Comment for "Antara Aku, Kamu, dan Hoax"

Berlangganan