Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pengobatan Gratis (1)

Alkisah, di suatu desa ada Orang Pintar yang dapat menyembuhkan berbagai penyakit. Orang Pintar ini bernama Mbah Jambrong, ya sesuai dengan namanya penampilannya pun tidak sementereng orang kantoran atau dukun modern. Walaupun orang kampung Mbah Jambrong ini sangat menjaga kebersihan dan ibadahnya. Rahasia pribadi Mbah Jambrong beliau adalah orang yang dibesarkan dalam keluarga yang beretika, harmonis, dan penuh kasih sayang (kalau harta kekayaannya sih biasa saja, kalau berkah mungkin ia).

Mbah Jambrong ini bukanlah seorang yang berpendidikan tinggi, bukan pula orang yang memiliki kekuatan super, dia hanya sebagai petani biasa. Dia hanya orang biasa yang mau belajar dan mengamati perkembangan zaman. Karena kejujuran, keuletan dan tanpa pamrih, Mbah Jambrong dijadikan panutan di Kampungnya.

Ilustrasi, www.lampost.co.id
Tidak banyak bicara, sedikit pemalu, bahkan kadang-kadang minder berhadapan dengan orang-orang. Itulah sifat asli Mbah Jambrong. Namun kalau urusan membantu orang -- jangan ditanya Beliau tidak usah diminta, mau membantu dengan ikhlas.

Karena keikhlasan membantu orang ini lah Mbah Jambrong, mulai dikenal oleh masyarakat kampung bahkan warga luar kota sekalipun. Bagaikan jamur yang tumbuh di musim hujan, dari mulut ke mulut, dari akun social media ke akun yang lain informasi mengenai Mbah Jambrong kian hari kian meluas.

Untungnya informasi yang disebarkan oleh masyarakat dilingkungannya adalah fakta, bukan hoax, ataupun politik hiperbola untuk meninggikan Sang Mbah Jambrong. Pengobatan yang dilakukannya selama ini atas izin Tuhan dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit.

Siapakah pasien yang datang ke Mbah Jambong yang sederhana ini? Ya hampir semua lapisan masyarakat sekitar yang berpenyakit pernah konsultasi kesehatan kepada Mbah Jambong. Kita tahu sendiri bahwa peminat Orang Pintar ini sangat banyak, tidak mengenal pendidikan dan status sosial, apalagi yang ingin mempersingkat mencapai apa yang diinginkannya.

Bagaimana metode pengobatan Mbah Jambong sehingga terkenal ke mana-mana. Mbah Jambong melakukan pengobatan dengan GRATIS. Ini lah kata yang ditunggu oleh semua orang, walaupun orang tersebut mampu/memiliki uang. Seperti apa metode pengobatan yang dilakukan Mbah Jambrong, kisahnya sebagai berikut:

---------

Pasien A: Tok...tok...(Pintu rumah Mbah Jambrong di ketuk Sang Pasien)

Mbah: Silahkan masuk, saut Mbah Jambrong sambil bangun dari kursinya dan langsung menghampiri pintu untuk mempersilahkan masuk Pasiennya. (Mbah pun jalan perlahan sambil memegang sarung yang mambungkus tubuhnya yang hampir melorot).

Pasien A: Apakah ini betul Mbah Jambrong?

Mbah: ia Ibu betul sekali, saya sendiri Mbah Jambrong. Silahkan ibu masuk, kira-kira apa yang bisa saya bantu ya?

Pasien A: wah kebetulan sekali Mbah (Si Pasien masuk ke dalam rumah Mbah Jambrong). Begini Mbah...saya ini sudah lama mengidap penyakit, saya mau berobat sama Mbah. Tapi saya mau yang GRATISan aja ya Mbah.

Mbah: oh ia tidak apa-apa, keluhan Ibu saat ini apa ya?....sambil menengok ke sebelah kanan Mbah Jambong memberikan isyarat kepada Sang Istri yang sibuk menjahit pakaian cucu-nya. "Nek, tolong ambilkan teh hangat ya untuk Ibu yang sudah berkenan mampir ke rumah kita".

Nenek: Oh ia...ditunggu sebentar ya, Nenek ambilkan dulu minumnya. (Sang Nenek sambil tergopoh-gopoh beranjak ke dapur untuk menyiapkan minuman).

Pasien A: begini Mbah, hampir 1 tahun ini saya mengidap penyakit stroke ringan dan penyakit jantung. Saya ingin sembuh, rasanya tersiksa sekali kalau berpenyakit seperti ini!. 

Mbah: beranjak berdiri dan mendekati Sang Pasien, Mbah duduk di sebelahnya sambil mengusap kumisnya yang jambrong dengan hisan satu butir remah nasi yang tersangkut. Sambil sedikit manggut-manggut membisikan sesuatu sama Sang Pasien, "mungkin Ibu sebagai orang penting, itu amanah berat. Kalau tidak kuat-kuat iman akan terbawa arus. Stroke dan Jantung salah satu penyebanya dari rizki Kita yang kotor. Masuk ke dalam darah, dimakan keluarga, suami jadi kurang pengertian....anak-anak jadi bandel, atau mungkin aja ada hal-hal yang tidak disangka-sangka menguji kesabaran Kita".

Pasien A: Mbah in mengada-ngada saja, dari mana Mbah tau saya sebagai seorang Koruptor?

Mbah: Ibu...ini lah pengobatan GRATIS, saya hanya melihat dari sisi pikologinya saja. Tidak ada metode ilmiah yang saya terapkan. Ibu tau kalau metode ilmiah itu cara belajarnya mahal, nanti kalau di praktekan dibayar pun akan mahal. Silahkan ibu pergi ke Dokter, menggunakan metode ilmiah dan siap-siap membayar karena tidak ada yang GRATIS.

Pasien A: sejenak termenung, dan matanya berkaca-kaca. "Memang saya akui Mbah, kadang-kadang ada anggaran yang saya ambil untuk kehidupan pribadi saya. Kalau mengandalkan gaji resmi, tidak cukup. Mbah tau kan kalau mau menjadi orang yang maju itu segala sesuatu harus dengan uang. Pengen lah kita ini dihargai oleh teman-teman, bisa nyaman, gaul dan mengikuti perkembangan zaman".

Nenek: tiba-tiba muncul dari arah belakang, Nenek dengan ringkihnya membawa 3 gelas Teh hangat lengkap dengan Singkong Goreng. "Oh ini Ibu Teh dan Singkongnya, silakan dinikmati ya". Nenek meletakan Teh dan Singkong di meja tepat Mbah dan Sang Pasien. Sambil bergeser Nenek berbisik ke Mbah, "Seperti biasa Kamu ini, remah nempel di jenggot yang mirip akar bakau itu. Malu lah Kita sama Si Ibu itu yang begitu cantiknya dengan alis yang mirip sayap elang". Nenek pun kembali ke tempat duduknya semula sambil tersenyum dan bergumam dalam hatinya "Kalau aku masih muda, mungkin akan sama dengan Ibu itu, bikin alis yang syyyantiiik kaya burung merpati...hihihi".

Mbah: dengan wajah dingin tanpa ekspresi, mengusap jenggot tempat remah itu bersarang. Remah tersebut diambilnya, mungkin lupa atau sudah menjadi kebiasaan remah tersebut dimasukannya ke mulut. Sambil menggeser kursinya, Mbah mempersilahkan Sang Pasien menikmati hidangan tersebut. "Silahkan Ibu, dimakan hidangan alakadarnya ini".

Pasien A: jadi bagaimana obatnya Mbah? .....(sejenak termenung)....Saya juga sadar memang tidak sedikit uang orang yang saya ambil. Ni ya asal Mbah tau, kenapa para koruptor itu merasa tidak bersalah (bahkan ada yang sudah tertangkap saja, bisa senyum melambaikan tangan), karena uang yang diambilnya itu masih abu-abu yaitu uang rakyat/masyarakat. Kata rakyat/masyarakat ini masih umum, masyarakat siapa, namanya siapa, pekerjaanya apa, dimana, laki-laki atau perempuan, karena belum jelas sehingga kita berani ambil. Coba kalau namanya sudah jelas, pemiliknya siapa, tentu Saya pun akan segan lah...dan kalaupun saya mengambilnya, itu bukan korupsi. Itu mananya maling.

Mbah: sambil mangut-manggut..."Obatnya......(bersambung)

Post a Comment for "Pengobatan Gratis (1)"

Berlangganan