Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Menanti Hasil Positif Dari Reshuffle Jilid Ke-2

Kemarin Pemerintah Indonesia telah mengumumkan reshuffle jilid II, hampir seluruh masyarakat Indonesia membahas hasil dari reshuffle tersebut. Hasil kebijakan ini merupakan topik panas, bahkan bagi mereka yang faham politik telah memprediksi hal-hal positif maupun negatif hasil dari perombakan ini.

Team reshuffle ke-2
Bagi saya siapa orangnya itu nomor dua, yang paling penting adalah bukti nyata bagi masyarakat (hasil positif). Hasil reshuffle ini telah terbetuk Kabinet Indonesia Jilid II yang beranggotakan sebagai berikut:
  1. Enggartiasto Lukita, Menetri Perdagangan menggantikan Thomas Lembong. Beliau merupakan Politisi Nasdem dan juga sebagai pengusaha di bidang Real Estate.
  2. Sofyan Djalil, Menteri Agraria dan Tata Ruang (Kepala Badan Pertanahan Nasional) menggantikan Ferry Mursyidan Baldan. Beliau sebelumnya pernah menjadi Kepala Bappenas dan Menko Perekonomian.
  3. Sri Mulyani Indrawati, Menteri Keuangan menggantikan Bambang Brojonegoro. Sebelumnya Bu Sri menjabat sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia.
  4. Airlangga Hartanto, Menteri Perindustrian menggantikan Saleh Husin. Beliau merupakan Kader Partai Golkar yang menyatakan diri untuk bergabung mendukung Pekerintahan Jokowi.
  5. Eko Putro Sanjoyo, Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal, Desa dan Transmigrasi menggantikan Marwan Jafar. Beliau merupakan Politisi PKB.
  6. Wiranto, Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) menggantikan Luhut Binsar Pandjaitan. Beliau merupakan Ketua Umum Partai Hanura.
  7. Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Koordinator Kemaritiman menggantikan Rizal Ramli. Luhut sebelumnya menjabat Monkopolhukan dan pernah menjadi Staf Kepersidenan pada masa awal Pemerintahan Jokowi.
  8. Thomas Lembong, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menggantikan Franky Sibarani. Sebelumnya Thomas menjabat sebagai Menteri Perdagangan.
  9. Budi Karya Sumadi, Menteri Perhubungan menggantikan Ignasius Jonan. Sebelumnya Pak Budi menjabat sebagai Ditektur Utama PT. Angkasa Pura II.
  10. Archandra Tahar, Menteri ESDM menggantikan Sudirman Said. Beliau merupakan salah satu lulusan terbaik ITB dan pebisnis yang malang melintang di Amerika Serikat.
  11. Prof. Muhajir, Menteri Pendidikan Nasional menggantikan Anis Baswedan. Sebelumnya Beliau merupakan mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang.
  12. Asman Abnur, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi menggantikan Yuddy Chrisnandi. Beliau merupakan Politisi PAN yang menyatakan dukungannya kepada Pemerintahan Jokowi. (www.kompas.com).
Tentunya masyarakat Indonesia punyak banyak penafsiran mengenai reshuffle ini. Kalau mau dibahas tidak ada habisnya pasti ada pro dan kontra. Bahkan bagi mereka yang cinta dan fanatisme buta akan saling gontok-gontokan. Mari berfikir positif saja "bukan seberapa lama menjabat, tetapi seberapa besar manfaatnya bagi masyarakat".

Saya yakin Pak Jokowi dalam menentukan kebijakannya tersebut berdasarkan analisa dan pemikiran yang matang. Saya sebagai masyarakat yang tidak berpolitik, tidak ikut organisasi, dan tidak memiliki panutan di pemerintahan cuma menunggu bukti nyata saja. Karena kalau saya ikut cinta atau fanatik buta akan menambah beban mereka saja.

Bahkan di sosial media, sering sekali Kita melihat ada pihak-pihak yang dengan sengaja menggoreng informasi, apabila ditanggapi oleh mereka yang memiliki fikiran negatif tentunya akan menyebabkan kegaduhan dan benih-benih kebencian. Sudah lah bangsa ini cukup mengalaminya selama 350 tahun pada zamannya kolonial Belanda, sekarang mereka yang mau memprovokasi jangan ditanggapi.

Kunci utama untuk menghadapi hal-hal tersebut adalah pengetahuan dan pemahaman. Pengetahuan dan pemahaman ini tidak mutlak dari pendidikan formal, namun merupakan proses berfikir rasional dan kedewasaan dari masing-masing individu. Caranya banyak sekali dari berbagai sisi kehidupan dapat diperoleh untuk mereka yang berfikir dan memaknainya.

Mari menyambut keputusan reshuffle ini dengan tangan terbuka. Kita sebagai bagian dari masyarakat Indonesia jika ingin besar, mari terbuka dengan perubahan namun tidak meninggalkan identitas bangsa. Dimulai dari individu mari bantu Pemerintah untuk menjalankan roda pemerintahan dengan baik. Dimulai dengan menjadi pribadi yang baik, keluarga yang baik, dan maryarakat yang baik.

Namun tidak dipungkiri diantara Kita juga ada segelintir orang yang sengaja memanfaatkan moment ini untuk ajang provokasi dan menjadi selebrity. Hal-hal yang harus Kita persiapkan adalah:

1. Berfikir positif dan selalu mengambil hikmah dari setiap kejadian.
Ketika mendapatkan informasi baik itu membaca, melihat, atau mendengar sebagai seorang yang dewasa dan berfikir sebaiknya dicerna baik-baik tidak masuk ke ranah hati. Apabila sudah dapat ditarik benang merahnya apakah menimbulkan hal positif atau negatif, Kita dapat memfilternya: hal positif, dapat diterima dan disampaikan dengan cara baik-baik. Apabila hal negatif, sebaiknya ditutup rapat-rapat agat tidak menjadi fitnah dan menciptakan hal-hal negatif berikutnya yang lebih besar.

2. Selalu mencari informasi tambahan mengenai informasi yang berkembang saat itu, agar Kita menemukan data yang lebih valid bahkan faktanya.

3. Terbuka terhadap pengetahuan, informasi, dan pandangan orang lain namun memiliki prinsip yang dapat dipertanggungjawabkan.

4. Hindari sifat membenci (cinta dan fanatisme buta), karena hal ini akan menghilangkan objektivitas.

5. Bertanya dan berdiskusi dengan orang yang tepat akan menambah pemahaman dan pengetahun, bahkan solusi terhadap permasalahan yang dihadapi.

6. Dapat berkomunikasi baik yaitu mampu menyampaikan nilai-nilai positif dan dapat memberikan saran/nasihat apabila menemukan hal-hal negatif.

Selamat menjalankan tugas kepada seluruh Bapak/Ibu Pejabat Pemerintah yang baru. Harapan dan masa depan Kami ada pada pundak Bapak/Ibu semua. Dua hal yang menjadi cita-cita Kami sebagai masyarakat yaitu Stabilitas Ekonomi dan Politik (Keamanan), karena ini menjadi modal utama untuk lingkup kehidupan lainnya.

Reshuffle bukan masalah bagi saya, karena tujuan utamanya untuk kebaikan organisasi dan masyarakat. Namun reshuffle tidak lah berarti apabila hanya dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi/golong bahkan manfaatnya tidak dirasakan oleh masyarakat banyak.

Post a Comment for "Menanti Hasil Positif Dari Reshuffle Jilid Ke-2"

Berlangganan